Selasa, 25 Agustus 2009

Perlu Kombinasi Menteri dari Makroekonomi dan Mikroekonomi


Pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada tahun 2010 akan tercapai bila beberapa syarat dapat terpenuhi dalam pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Salah satunya struktur kementerian tidak didominasi yang berasal dari makroekonomi, namun dikombinasikan pula dengan yang berasal dari mikroekonomi.


Umar Juoro, komisaris Bank Internasional Indonesia (BII) mengatakan, saat diskusi “Economy Outlook 2009”, kemarin (19/8), di hotel Four Season, bahwa jika menteri-menterinya nanti tidak hanya berasal dari makro (berlatar belakang makroekonomi), tapi juga mikro (berlatar belakang mikroekonomi), maka pertumbuhan ekonomi 6% (tahun 2010) mungkin terjadi.

Sektor-sektor utama yang seharusnya sebagai sektor fundamental tampak melemah pada kuartal II 2009 lalu. Sektor utama yang melemah pada kuartal II 2009 adalah pertanian, pertambangan, dan industri.

Menurut Umar, ini (pertanian, pertambangan, dan industri) harus berkembang ke depannya, jika SBY ingin tumbuh perekonomiannya. Industri, pertambangan, dan pertanian semestinya menjadi tulang punggung perekonomian.

Umar juga mengatakan mandat kepada Presiden SBY sangat besar untuk menjalankan agenda ekonomi yang belum tercapai dengan hasil yang lebih baik. Terutama pembangunan infrastruktur, industri, pertanian, pertambangan, penciptaan kesempatan kerja, dan pengurangan kemiskinan.

Umar juga menilai SBY diperkirakan akan lebih tegas dan didukung oleh kabinet yang lebih profesional.

Arif Hatta ( hatta@wartaekonomi.com Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )

http://www.wartaekonomi.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2879:perlu-kombinasi-menteri-dari-makroekonomi-dan-mikroekonomi&catid=43:wuumum&Itemid=62

Tidak ada komentar: