Selasa, 16 Februari 2010

Apakah Perekonomian Indonesia Aman ???

Di saat2 menjelang pembacaan kesimpulan sementara Pansus Century, beredar kabar akan ada perombakan kabinet. Bahkan antara SBY (Demokrat) dan Ical (Golkar) terjadi hub yg tdk harmonis dan saling mengancam ? Partai koalisi pecah ?
Seharusnya format kabinet pemerintahan SBY-Boediono hrs MENCERMINKAN konfigurasi koalisi Partai pengusung dlm Pilpres 2009. Walaupun PENENTUAN kabinet adalah HAK PREROGATIP Presiden, tetapi wujud kebersamaan dgn mitra koalisinya sehrsnya menggunakan format yg mencerminkan konfigurasi partai2 yg mengusungnya.
Dan kalau benar terjadi perombakan kabinet akibat pecahnya mitra koalisi, maka bisa dipastikan perekonomian Indonesia akan runyam yg berkepanjangan.

Ada pepatah India mengatakan, kian besar pohon yg tumbang, akan kian besar kerusakan, kerugian, dan masalah yg diakibatkannya.

Utk pertamakali kalinya sejak 1982, pd thn 2009 terjadi penurunan nilai maupun volume perdagangan int'al secara tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
AS dan negara2 maju lainnya yg merupakan tujuan utama ekspor berbagai negara termsk Indonesia mengalami penurunan. Dibandingkan dgn Negara2 Eropa, Jepang atau bahkan Malaysia dan Singapore. Indonesia relatip aman. Apakah berarti perekonomian Indonesia sdh kuat ???
Jawabannya ternyata TIDAK !
Mengapa ? Penyebab utama ekonomi relatif aman, keterkaitan ekonomi Indonesia ke AS tdk sebesar negara2 lain. Perekonomian Indonesia TIDAK TERKAIT erat dgn sektor finansial Amerika, shg TOXIC ASSETS yg disebarkan oleh lembaga2 keuangan AS tak mewabah disini. Jadi bukan karena FUNDAMENTAL perekonomian indonesia SOLID dibandingkan negara2 lain.

Dampak utama krisis, akan dialami kegiatan ekspor-impor. Harga komoditi andalan Indonesia akan turun, sementara pasar secara keseluruhan telah menciut.
Tingkat investasi secara keseluruhan akan merosot.
Proyek pembangunan. Infrastruktur yg didanai pemerintah akan dijadwal ulang.
Neraca transaksi berjalan dan neraca modal akan mengalami DEFISIT, mengapa?
Karena KECIL nya DANA INVESTASI INTERNATIONAL

Kita hrs siap perang mengantisipasi keadaan ekonomi yg luar biasa.
Kalau kita menyerah, maka kita akan dilindas gelombang pasang dr luar.
Kita masih belum terlambat utk membangun kedaulatan keuangan yg bertumpu pd sistem sirkulasi PERPUTARAN DANA INTERNAL, sepanjang kebijakan pemerintah kita kuat dan solid

Waspadalah...waspadalah

Salam,
Hilman Muchsin

Tidak ada komentar: