Rabu, 15 Juli 2009

Keyakinan Untuk Sukses


Manusia dilahirkan dengan keadaan dan perasaan mampu melakukan segalanya, sebelum dikacaukan oleh pesan-pesan ketidakmampuan yang datang dari lingkungannya.

Ketika Kita benar-benar mengharapkan terjadinya sesuatu, maka harapan ini memiliki efek yang kuat terhadap sikap dan kepribadian Kita. Semakin besar keyakinan terhadap harapan Kita, semakin mungkin bahwa Kita akan melakukan dan mengatakan sesuatu yang konsisten dengan apa yang Kita harapkan akan terjadi. Orang yang sukses berharap untuk menjadi sukses. Orang yang sukses senantiasa mengharapkan kesuksesan-kesuksesan dan yakin bahwa hal itu akan terjadi dalam hidupnya.

Stephen M.R. Covey dalam bukunya “The Speed of Trust” , untuk meraih tujuan hidup pribadi dan bahkan di dunia korporat tidak ada yang bisa melebihi kecepatan “Trust”. Oleh karena trust atau sifat percaya kepada orang lain, berasal dari rasa keyakinan diri terhadap diri sendiri dan Tuhan adalah salah satu unsur utama ikhlas.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah saw.bersabda, Allah swt. berfirman, Aku tergantung kepada prasangka hamba-Ku kepada-Ku. (HR.Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Berdasarkan hadist diatas, apapun yang Kita yakini dengan sepenuh hati akan menjadi kenyataan bagi Kita. Keyakinan Kita yang terdalam membentuk suatu layar prasangka yang membelokkan realitas eksternal Kita dan menyebabkan Kita melihat sesuatu tidak dengan cara yang sebenarnya tetapi dengan cara Kita. Keyakinan Kita yang kuat dapat menjadi kenyataan, Kita bukanlah apa yang Kita pikir tentang siapa diri Kita, tetapi apa yang Kita pikirkan, itulah Kita.

Hal terburuk dari semua keyakinan adalah keyakinan yang membatasi diri. Ini adalah keyakinan karena mengalami realita perkembangan dalam hidup, yang biasanya adalah perkembangan yang salah, yang menyebabkan Kita yakin bahwa Kita memiliki keterbatasan dalam beberapa hal. Sebagai hasil dari keyakinan yang mebatasi diri Kita, Kita terus menerus menganggap remeh diri Kita, dengan mudah menyerah dalam mengejar tujuan, dan lebih buruk lagi, bercerita kepada orang lain disekitar Kita bahwa Kita memiliki kekurangan dalam kualitas dan kemampuan tertentu.

Salah satu langkah terpenting yang perlu Kita ambil adalah mengatasi keyakinan yang membatasi diri Kita. Kita memulai proses ini dengan membayangkan bahwa Kita tidak memiliki keterbatasan sama sekali. Ketika Kita mengembangkan otak Kita sampai ke titik yang benar-benar Kita yakini, bahwa Kita dapat melakukan apapun yang Kita masukkan ke dalam otak, Kita akan menemukan suatu cara untuk menjadikan keyakinan itu sebuah realitas. Hasilnya seluruh keyakinan Kita akan berubah.

Keyakinan merupakan hal yang sulit untuk diubah, namun keyakinan merupakan hal yang dapat dipelajari. Dan apapun yang telah dipelajari dapat dihapus. Kita dapat mengembangkan keyakinan akan keberanian, kepercayaan diri dan ketekunan yang tak dapat dihentikan yang diperlukan untuk mendapatkan kesuksesan besar dengan cara memprogram otak alam bawah sadar Kita dengan cara tertentu.

By Hilman Muchsin , dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar: