Kamis, 02 Juli 2009

The divine message of the DNA


Tubuh kita terdiri dari berbagai bagian yang memiliki penampilan dan fungsi yang sangat berbeda. Rambut, kuku, dan kulit sepertinya tidak memiliki kesamaan Namun, mereka semua tersusun oleh sel-sel yang pada dasarnya memiliki struktur dan fungsi yang sama. Lebih jauh lagi, gen yang menentukan fungsi dari sel-sel tersebut pun sama.

Gen adalah cetak biru dari kehidupan kita, elemen kunci yang memungkinkan diteruskannya kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan sel adalah unsur dasar dari seluruh makhluk hidup.

Sungguh mengagumkan bahwa struktur makhluk hidup yang begitu kompleks seperti manusia dapat ditentukan oleh informasi yang tersimpan dalam empat huruf kimia – A, T, C, G yang merupakan singkatan dari basa adenine, timin, sitosin, (inggrisnya cytosine), dan guanin. Inilah DNA, gen kita. Yang terkandung dalam gen kita, yang dikenal sebagai informasi genetic, sepadan dengan tiga miliar huruf-huruf kimia ini.
Yang lebih mengagumkan lagi adalah fakta bahwa struktur genetic dasar dari setiap makhluk hidup, mulai dari mikroba yang paling kecil hingga hewan=hewan yang sangat kompleks, semuanya sama.

Aspek manapun yang telah diteliti oleh Kazuo Murakami, dia selalu terpukau oleh ajaibnya alam kehidupan. Bagaimana mungkin (pikir dia), sebuah cetak biru kehidupan yang begitu kecil namun begitu akurat ini tercipta ? dia terus menerus merenungi pertanyaan seperti ini.

Struktur DNA ditemukan pada 1953, dan sejak saat itu, penelitian yang bertujuan memecahkan misteri kehidupan telah berkembang begitu cepat sehingga sekarang kita dapat membaca cetak biru yang tertulis pada DNA – kode genetic dari bakteri, hewan, dan bahkan manusia.
Kode genetic adalah kumpulan instruksi untuk membentuk protein. Proteim bersama air, adalah salah satu zat terpenting dalam tubuh kita.

Protein adalah dasar dari fenomena yang kita sebut sebagai kehidupan.


Protein tersusun dari dua puluh macam asam amino yang berbeda. Jenis-jenis protein yang terbentuk tergantung dari bagaimana asam-asam amino tersebut di kombinasikan. DNA memberikan instruksi yang menentukan pembentukan dan susunan dari ke duapulh asam amino tersebut.
Protein adalah komponen yang paling penting dari setiap makhluk hidup. Selain dikenal sebagai sebuah bagian penting dari makanan kita, dalam bidang ilmu gizi, protein diklasifikasikan sebagai satu tiga gizi makro selain lemak dan karbohidrat..

Bagaimana hubungan ketiga Zat tersebut ?????

Gen kitalah yang nenentukan jenis dan berapa banyak protein yang harus dibentuk.Bahan-bahan yang digunakan untul membentuk protein adalah asam amino. Tubuh kita dapat memproduksi dua belas dari ke dua puluh macam asam amino. Delapan yang lain harus di dapatkan dari sumber- sumber eksternal. Kedelapan asam amino ini disebut asam amino esensial.

Protein juga merupakan bagian yang penting dari metabolisme nyala / padam (ON / OFF) genetic.

Mengapa ahli genetic menyebutnya sebagai mekanisme nyala / padam ?

Gen dalam nucleus di transkripsikan kepada setiap RNA bila diperlukan. RNA dalam sel dengan segera diterjemahkan menjadi protein dan Enzym, yang merupakan zat-zat yang paling penting bagi aktivitas sel. Namun pada saat yang sama mereka juga mencegah di bacanya informasi yang tidak perlu. Fungsi ini beroperasi persisseperti tombol listrik (ON / OFF).

Semua yang terjadi dalam tubuh kita adalah hasil dari reaksi- reaksi kimia yang ditujukan untuk mengatasi situasi tertentu. Dari sudut pandang biokimia, secara teoritis reaksi-reaksi ini mirip dengan reaksi yang menyusun proses yang kita sebut dengan “Hidup”.

Beribu-ribu reaksi kimia seperti berlangsung secara sistematis dan dengan sangat cepat dalam setiap sel, dan setiap sel itu hanya memiliki berat satu per-miliar- gram dan Enzym memainkan peranan yang penting dalam proses ini.Salah satu sifat enzyme yang sangat menakjubkan adalah kenyataan bahwa mereka hanya mengikatkan diri dengan zat-zat yang spesifik. Salah satu karakteristik lain dari enzym adalah kecepatan.

Enzym dengan kemampuan mereka yang bagaikan sihir, dikontrol oleh reseptor, dan reseptor dikontrol oleh Gen. Oleh karena itu dengan mempengaruhi Gen kita, kita dapat secara tidak langsung mengontrol Enzym kita.
Beberapa hal ajaib yang terjadi disekitar kita, sesungguhnya disebabkan oleh pengaruh pikiran pada Gen seseorang yang kemudian menstimulasi reaksi-reaksi kimia berkecepatan tinggi.

Saat kita harus bertemu sesorang yang sangat tidak kita inginkan, kaki kita terasa berat untuk digerakan, sebaliknya jika kita ingin bertemu dengan seseorang yang sangat kita sukai, kaki kita tersa sangat ringan seakan-akan kita hendak terbang. Nah perwujudan ini (emosi kita) tentunya tidak mungkin terjadi tanpa adanya aksi dari beberapa Enzym yang berbeda, yang kecepatan produksinya dikontrol oleh Gen. Oleh karena itu fenomena ini tentunya juga disebabkan oleh mekanisme nyala / padam genetic. Gen tentunya berada di balik begitu banyak fenomena kita sehari-hari.

Apakah yang akan terjadi jika anda menumpahkan setetes tinta ke dalam sebuah baskom penuh dengan air ? Dengan segera tinta itu akan menyebar. Mengapa tinta itu tidak berkumpul di satu tempat saja? Fenomena ini memiliki ari yang mendalam.

Dalam dunia nyata, zat yang sangat terorganisasi dipercaya memiliki kecenderungan alami kearah penguraian atau pembusukan. Hal ini dikenal dengan hokum peningkatan entropi. Tidak hanya terbatas pada tinta, peningkatan entropi juga dikenal sebagai aturan umum yang berlaku pada dunia secara keseluruhan. Karena kita juga terbuat dari materi, otomatis hokum ini juga berlaku pada kita.

Gen-gen dan Enzym-enzym yang diproduksi sesuai perintah masing-masing memiliki peran yang penting untuk mengurangi entropi. Contohnya, saat kita memakan daging sapi, pertama-pertama proteinnya diuraikan menjadi asam-asam amino yang menjadi komponen penyusunnya, dan kemudian dikombinasikan kembali ke dalam protein manusia oleh Enzym di bawah perintah Gen. Penguraian ini mewakili peningkatan entropi, sementara sintesis ini mewakili pengurangan entropi.

Pada tahun 2003, Kazuo melakukan eksperimen yang menghasilkan bukti ilmiah yang mendukung efek menguntungkan dari pemikiran positif pada Gen. Berdasarkan fakta bahwa gen dapat di nyalakan dan di padamkan oleh factor-faktor fisik atau kimia.
Kazuoberfabung dengan raksasa bisnis hiburan Jepang, Yashimoto Kogyo Co, untuk mempelajari pengaruh dari tawa (sebuah indikasi dari emosi positif) pada ekspresi Gen. Yaitu bagaimana tawa dapat mempengaruhi tingkat glukosa darah pada orang-orang yang mengidap diabetes stadium 2. Penelitian tersebut menunjukan bahwa tawa memiliki efek yang menguntungkan bagi tingkat glukosa darah. Kazuo menemukan bahwa dua puluh tiga Gen teraktivasi berkat tawa. Untuk pertama kalinya telah terbukti bahwa emosi positif dapat memicu tombol Genetik.

Kita semua memiliki Gen yang berpotensi dapat menimbulkan penyakit, dan pada saat yang sama, juga Gen yang dapat mencegah penyakit. Baik Gen penyebab kanker maupun Gen penghambat kanker telah ditemukan, bila mereka muncul bersama, keseimbangan pun terjadi. Penelitian Kazuo telah membuat dia yakin bahwa alas an mengapa orang-orang yang tidak pernah merokok satu batang rokok pun masih terkena kanker paru-paru adalah karena di dalam tubuh mereka terdapat Gen pemicu kanker. Jika factor ini dikombinasikan dengan factor-faktor lingkungan yang juga sama besarnya mempengaruhi orang-orang lain, hasilnya adalah semakin cepatnya fugsi pemicu kanker.

Faktor-faktor lingkungan adalah sebuah variable penting yang menentukan apakah Gen berbahaya tengah padam atau tidak bahkan jika dua orang memiliki Gen yang persis sama – sepasang kembar identik – dan yang satu jatuh sakit, yang satu lagi mungkin tidak jatuh sakit karena masing-masing dari mereka terkena dampak dari factor lingkungan yang berbeda-beda.

Terlepas dari lingkungan atau keadaan setiap orang, ada satu cara yang dapat dilakukan untuk me-non-aktifkan Gen-gen berbahaya dan mengaktifkan Gen-gen baik, yaitu mengubah sikap mental orang itu. Kita tidak mungkin menyangkal bahwa sikap mental baik yang positif maupun negative, memiliki efek yang besar bagi kesehatan kita.

Setiap sel dalam tubuh kita adalah sebuah organisme hidup yang independent. Sel hati, misalnya tidak hanya harus berfungsi sebagai sebuah sel hati, tetapi juga harus dapat hidup dan berdiri sendiri untuk dapat memenuhi fubgsi tersebut. Bagaimanakah tubuh manusia yang tersusun dari ber-triliun-triliun sel itu,terbentuk?

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, menjadi sulit untuk menetukan apa yang berguna dan apa yang tidak berguna/berbahaya bagi masyarakat. Inilah mengapa bioteknologi, termasuk rekayasa genetika, telah menjadi focus begitu banyak perdebatan dan mengapa kelahiran domba hasil cloning pertama di inggris pada tahun 2007 memicu kontroversi internasional.

Dari sudut pandang genetika seseorang yang terlibat dalam penelitian genetika, modifikasi genetic itu sendiri tidaklah buruk, karena hal ini adalah sesuatu yang telah ada sejak dahulu kala.
Sebuah metode klasik untuk modifikasi genetic adalah kawin silang. Sebenarnya modifikasi genetic menjadikan yang sebelumnya hampir tidak mungkin menjadi mungkin. Namun, sedikit peringatan memang diperlukan. Sama seperti makanan sehat jika dimakan secara berlebihan bias manjadi berbahaya, teknologi inipun pada dasarnya memiliki resiko.

Bagaimanakah seharusnya kita bergerak maju selaras dengan hukum-hukum alam dan pada saat yang sama melakukan yang terbaik untuk kebaikan umat manusia?
Setiap orang memiliki system nilai yang berbeda-beda, tidak ada standar yang sama mengenai benar atau salah. Sebagian orang memandang suatu perbuatan tertentu sebagai baik, sementara yang lain akan memandangnya sebagai perbuatan buruk. Perbedaan ini selalu terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, definisi tentang “cara hidup yang benar” selalu berbeda antara satu orang dengan orang lain. Untuk memperdebatkannya hanyalah akan berujung pada kebingungan yang lebih besar.
Tetapi ada satu fakta yang tak tergoyahkan : Gen kita dan cara kerja mereka. Jika Gen kita bekerja selaras dengan hukum alam, mereka bekerja untuk melindungi dan merawat kehidupan dan bersuka cita di dalamnya.

Penelitian yang telah dilakukan oleh Kazuo akan Gen telah menunjukan kepadanya bahwa manusia ini adalah suatu keajaiban yang luar biasa. Hal ini terlihat sangat jelas ketika Kazuo tengah mempelajari hubungan antara sel dan organisme secara keseluruhan.

Emosi yang kuat memancing air mata keluar dari mata kita, secara fisiologis gen kitalah yang menyebabkan hal ini terjadi. Hal ini merupakan indikasi dari bagaimana pikran dapat mempengaruhi gen kita. Mereka tergerak hingga menangis memang terasa enak, dan bahkan pada saat kita sedih, menangis habis-habisan dapat menjadi sebuah pelepasan yang membuat kita merasa lebih baik. Saya percaya bahwa perasaan nyaman adalah indikasi bahwa gen-gen baik kita telah di aktifkan. Banyak kaum manula yang menyebutkan bahwa emosi yang mendalam adalah kunci dari umur panjang.

Salam,
Hilman Muchsin


NB : Artikel ini saya sarikan dari sebuah buku yang sangat menarik tentang hubungan antara gen dengan pikiran, melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Kazuo Murakami, Ph.D.

Tidak ada komentar: