Minggu, 17 Oktober 2010

2 Jalan Layang Operasi Sebelum Proyek MRT Dibangun


Pembangunan jalan layang Antasari – Blok M dan Kp. Melayu – Tanah Abang (jalan layang Dr. Satrio) ditargetkan rampung awal 2012. Sehingga pembangunan yang menelan dana lebih dari Rp2 triliun tersebut dapat menjadi alternatif arus kendaraan saat dimulainya pembangunan fisik Mass Rapid Transit (MRT) pada tahun tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI, Ery Basworo, mengungkapkan saat ini pembangunan proyek tersebut masih dalam tahap proses lelang. Dan diharapkan pekan depan telah masuk ke dalam penentuan peserta pelaksana proyek. Kendati demikian, Ery menyatakan pembangunan fisik terhadap proyek ini akan tetap dilangsungkan pada tahun ini. “Pembangunan jalan layang ini bersifat multy years hingga 2012. Dan ditargetkan rampung sebelum pembangunan fisik MRT dimulai,” ujar Ery saat dihubungi Rabu (15/9). Sehingga dengan adanya jalan layang ini, arus lalu lintas saat pembangunan moda angkutan massal tersebut tidak terhambat.

Sedangkan terkait rencana pembangunan, Ery menyatakan sesuai dengan ketetapan pemerintah pusat tentang koefisien gempa, maka pembangunan kedua jalan layang ini ikut disesuaikan.

Tidak hanya itu, Ery mengaku terdapat permintaan dari Gubernur DKI untuk menaikkan ketinggian jalan layang menjadi 10 meter di atas jalan lokal, dari sebelumnya hanya 6-7 meter. Karena kedua jalan layang tersebut akan melewati dua simpang sebidang.

Bahkan ketika harus melewati Fly Over (FO) Sudirman dan underpass Kuningan, jalan layang harus dinaikkan kembali hingga setinggi 18 meter.

Pemprov DKI mengalokasikan dana sekitar Rp 2 triliun untuk pembangunan dua jalan layang di ruas Antasari-Blok M dan Kampung Melayu-Tanahabang, masing-masing sebesar Rp 1,2 triliun untuk ruas Antasari-Blok M dan Rp 800 miliar untuk ruas Kampung Melayu-Tanahabang.

Tahun ini, diharapkan pembangunan tahap pertama sepanjang masing-masing 5,5 kilometer untuk ruas Antasari-Blok M dengan rute Pasar Cipete-Lapangan PTIK Blok M bisa segera dimulai. Selain itu, sepanjang 3,5 kilometer untuk Kampungmelayu-Tanahabang dengan rute Casablanca-Mas Mansyur.

Secara terpisah anggota Komisi D DPRD DKI, Boy Bernadi Sadikin, berharap pembangunan dua jalan layang ini dapat selesai sesuai yang ditargetkan. Mengingat pertumbuhan jalan di Jakarta saat ini hanya 0,01 persen setiap tahunnya. Sehingga terjadi ketimpangan dengan tingginya jumlah kendaraan yang melintas. Akibatnya kemacetan dan kepadatan kendaraanpun tidak dapat tertangani. “Dengan pembangunan dua jalan layang ini dapat menjadi alternatif untuk mengurai kemacetan di lokasi tersebut yang setiap harinya padat,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/09/16/2-jalan-layang-operasi-sebelum-proyek-mrt-dibangun

1 komentar:

Amisha mengatakan...

Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut