Kamis, 19 November 2009

Upaya Meraih Haji Mabrur



Tidak terasa kita telah memasuki musim haji, Kita mengetahui gairah umat Islam Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji terhitung sangat luar biasa, karena mulai tahun ini yang masuk daftar tunggu ibadah haji bukan hanya untuk ONH biasa akan tetapi ONH Plus pun sudah ada daftar tunggunya.

Ini menggambarkan betapa gairah umat Islam untuk menjalankan ibadah haji patut kita syukuri.

Allah SWT berjanji “jika penduduk suatu negeri itu benar-benar beriman dan bertaqwa kepada Allah, maka Aku turunkan barokah dari langit dan akan aku tumbuhkan barokah dari bumi, akan tetapi jika bangsa itu mendustakan maka yang akan datang adalah azab yang akan Aku datangkan penduduk pada negeri itu“.

Oleh karena itu kita do’akan mudah-mudahan saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan haji tahun ini dan tahun yang akan datang benar-benar mendapatkan haji mabrur dan diberikan kemauan dan kemampuan untuk mewujudkan kemabruran setelah dia kembali ke tanah air.

Kenapa haji itu begitu diminati oleh banyak orang?
Karena haji adalah ibadah yang bisa menghapus seluruh dosa dan kesalahan. Haji adalah ibadah yang bisa mengembalikan kita kepada posisi seperti ketika kita dilahirkan oleh ibu kita. Ibadab haji adalah ibadah yang akan menjauhkan kita dari siksa api neraka. Ibadah haji adalah ibadah yang akan mengantarkan kita masuk ke dalam surga. Ibadah haji adalah ibadah dimana seluruh harta yang digunakan dihitung sebagai shadaqoh. Itulah yang menyebabkan setiap umat yang mengaku dirinya Islam termotifasi untuk bisa melaksanakan ibadah haji.

Ada pertanyaan pada diri kita, apakah semua orang yang melaksanakan ibadah haji itu mendapatkan 5 yang dijanjikan itu, jawabnya adalah tidak semua. Tidak semua orang yang melaksanakan ibadah haji mendapatkan 5 yang dijanjikan, karena kecenderungan orang yang melaksanakan haji dia bisa kembali dengan sebutan haji mabrur, atau juga kembali dengan sebutan haji mardud.

Kiat-kiat mendapat haji mabrur

Pertama, ibadah haji itu dilandasi dengan niat yang ikhlas semata-mata mencari keridhoan Allah. Di dalam al qur’an Allah menyebutkan ada 2 ayat yang merintahkan kepada kita untuk melaksanakan ibadah haji karena Allah.

Ayat pertama “hanya karena Allah kita melaksanakan ibadah haji ke Baitullah“.
Ayat kedua “tunaikan haji dan umroh karena Allah dan hanya mencari keridhoan
Allah“.

Jika Allah SWT menyebutkan Haji itu harus lillaahi ta’aalaa sampai dua kali dan dua ayat, ini menggambarkan kepada kita ada orang yang melaksanakan ibadah haji tetapi
dia tidak lillahi ta’ala. Oleh karena menjadi kewajiban dan keharusan ketika ingin mendapatkan haji mabrur, maka kita harus menjaga niat itu dengan sebaik-baiknya.

Dengan apa kita menjaganya?.

1. Kita menjaga dengan ilmu pengetahuan.
2. Kita menjaganya dengan amal.
3. Kita juga menjaganya dengan do’a.


Oleh karena itu kita menjaga dengan 3 persoalan ini mulai sekarang, ketika dalam pelaksanaan dan bahkan sampai kembali ke tanah air dengan niat yang ikhlas harus tetap kita jaga.

Ketika kita menjaganya dengan ilmu dan amal tentu itu merupakan kewajiban kita, tetapi kita harus menyadari usaha dan upaya yang dilakukan tanpa pertolongan dan kekuatan apa yang Allah berikan-Nya kita tidak mungkin mendapat apa yang diinginkan itu tercapai, oleh karena itu dibarengi dengan do’a yang tulus.

Sebab jangankan kita sebagai manusia biasa nabi Sulaiman as yang Allah berikan kekuasaan, kekayaan dan diberikan ilmu pengetahuan sampai mampu berbicara dengan semut, apa yang selalu ditakutkan oleh nabi Sulaiman itu ?. Bukan hilangnya kekuasaan, bukan hilangnya harta kekayaan dan bukan hilangnya ilmu pengetahuan tetapi yang paling yang ditakutkan adalah tidak pandai bersyukur kepada Allab, karena setiap kali berdo’a nabi Sulaiman itu tidak pernah lupa dengan ucapan “Robbi auzi’ni an asykuro ni’mataka allati an’amta ‘alaya - ya Allah Jadikanlah aku orang yang pandai bersyukur atas nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku“.

Ini yang menggambarkan kepada kita bahwa selain usaha yang kita lakukan tidak boleh lupa terhadop do’a kekuatan Allah yang bisa diberikan kepada kita. Godaan terhadap niat bisa dimulai pada saat kita berada di tanah air, bisa terjadi di saat perjalanan dan bisa terjadi ketika dalam pelaksanaan ibadah haji itu sendiri, tetapi kalau sejak awal kita menjaganya dengan sebaik-baiknya, maka tujuan tersebut dapat tercapai.

Kedua,
ibadah haji itu dilaksanakan dengan Ittiba. Melaksanakan ibadah haji seperti yang dicontohkan oleh nabi. Ada saja ketika ibadah haji kita seperti yang dicontohkan seperti nabi kemudian ada orang yang berkomentar, “kalau begitu kita pakai unta“. Padahal yang diperintahkan ibadahnya bukan fasilitasnya. Nabi mengatakan “ambillah cara ibadah haji ku” di dalam hadits lain “barangsiapa yang melakukan satu amal yang tidak ada contohnya dari aku maka amal itu akan ditolak“.

Ini menggambarkan betapa haji itu harus seperti yang dicontohkan nabi dan ternyata kalau kita melaksanakan ibadah haji seperti yang dicontohkan oleh nabi akan terasa mudah dan enteng. Seperfi melaksanakan tawaf, kalau kita kembali kepada contoh Rasulullah ketika melaksanakan tawaf tidak ada do’a khusus yong diajarkan oleh nabi yang harus kita baca pada saat tawaf dilaksanakan selain “Bismillahi Allahu Akbar“, pada saat kita sejajar dengon Hajjar Aswad “robbana aatinaa fiddunyaa hasanah wafil akhiroti hasanah waqinaa adzabannar“.

Tetapi bagaimana kita mampu menghayati kalimat demi kalimat, kata demi kata dari apa yang kita ucapkan dari pada kemudian kita membaca-bacaan yang sangat panjang kita pun tidak mampu memahaminya karena itu tidak akan melahirkan kekhusuan pada saat kita melaksanakan tawaf. Terlebih ketika kita berada di Arofah yang merupakan puncaknya pelaksanaan ibadah haji, wukuf dimulai sejak tergelincir matahari sampai tenggelam matahari, satu riwayat disebutkan menjelang tenggelamnya matahari, dimana Rasulullah SAW menugaskan Bilal bin Rabah, “bilal kumpulkan umatku suruh mereka mendekat kepadaku dan suruh mereka diam untuk mendengarkan khutbahku“.

Di depan umat Rasulullah SAW menyampaikan dalam khutbahnya “Allah SWT turun ke langit bumi Dia lebih dekat dengan kita, kemudian datang Malaikat Jibril menemuiku dan dia menyampaikan salam dari Allah SWT untuk aku dan Malaikat Jibril juga menyampaikan kepadaku bahwa Allah dan seluruh Malaikat bangga melihat umatku di Arofah dengan rambuf kusut dan penuh dengan debu karena di situ untuk berdzikir dan beristighfar kepada Allah SWT“.

Kemudian Rosul menyampaikan siapa saja yang berada di Arofah maka Allah ampunkan seluruh dosa dan kesalahannya baik yang sekarang maupun yang akan datang hingga sampai hari kiamat nanti. Ini artinya sebuah gambaran bagi kita bahwa mengiringi dan tenggelamnya matahari pada tanggal 9 dzulhijjah itu adalah saat-saat Allah akan mengampuni seluruh dosa dan kesalahannya, karena itu kita harus memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Karena di saat itulah prosesi pengampunan dosa akan diberikan oleh Allah.

Ada seorang sahabat yang jatuh dari untanya kemudian dia meninggal, kata Rasulullah, “mandikan dia kemudian bungkus dengan kain ihromnya jangan ditutup kepalanya. Nanti orang tersebut akan dibangkitkan pada hari kiamaf dan dia dalam keadaan membaca kalimat talbiah - labbaikaAllahummalabbaik labaikala syariikalaka labbaik innalhamda wa’nni’matba lakawalmulka lasyariikalaka - Kami sambut seruan-Mu ya Allah, kami datang menunaikan panggilan-Mu, kami datang kehadirat-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, Puji nikmat dan Kekuasaan adalah milik-Mu semata, Tiada sekutu bagi-Mu ya Allah“.

Kalau dibangkitkan dalam keadaan talbiah kita sudah bisa menduga dimasukkan dia ke dalam surga. Kenapa Allah memasukkan ke dalam surga? karena dia meninggal di Arofah pada saat Allah sudah mengampuni seluruh dosa dan kesalahan.

Ketiga
, ibadah haji dilakukan dengan kesabaran. Pelaksanaan ibadah haji adalah prosesi pengampunan dosa dan pasti banyak godaan dan cobaan, ketika Allah mengampuni dosa ada yang tidak senang dan yang tidak senang itu adalah syetan.

Oleh karena itu godaan setelah Arofah tentu lebih berat dibandingkan sebelum Arofah, maka agar supaya kita mempunyai kesabaran lakukanlah berdzikir dan sebaik-baiknya dzikir adalah membaca al qur’an. Jika kita sibuk membaca al qur’an apapun yang terjadi kita tidak akan merasakan berat, apapun yang terjadi kita tidak merasakan sulit karena kita telah tenang dengan sibuk membaca al qur’an waktu yang semula panjang menjadi terasa pendek.

Keempat, ibadah haji hendaknya kita memanfaatkan peluang yang Allah berikan kepada kita unfuk melipat gandakan pahala amal kita. Shalat di Masjid Nabawi nilainya sama dengan sepuluh ribu kali shalat di masjid yang lain.

Kita menghitung secara matematik kalau di Indonesia melaksanakan sholat sunnah 10 rakaat sehari maka 1 tahun mencapai 3650 rakaat dalam setahun. Tetapi kalau kita melaksanakan shalat di Masjid Nabawi 20 rakaat sama dengan 200.000 rakaat di Indonesia, padahal kalau kita ingin mendapatkan 100.000 rokaat di Indonesia sehari 10 rakaat paling kurang kita memerlukan waktu 54 tahun, apalagi kalau di Masjidil Haram mampu melaksanakan sholat sunnah 10 rokaat itu sama dengan 1 juta rakaat di indonesia, padahal kalau kita ingin mendapatkan 1 juta rakaat itu di Indonesia sehari 10 rakaat kita memerlukan waktu tidak kurang 270 tahun sesuatu waktu yang tidak memungkinkan kita untuk mendapatkannya.

Karena itu peluang yang Allah berikan kepada kita ini juga adalah wujud sayang Allah kepada kita agar kita mampu menggadakan pahala dan amal kita baik di Masjidil Haram 100.000 kalinya dan di Masjid Nabawi 10.000 kalinya. Itulah yang membawa kita untuk mendapatkan haji yang mabrur yang dilandasi dengan keikhlasan dilaksanakan seperti yang dicontohkan kemudian kita memperluas gudang kesabaran dengan cara berdzikir kepada Allah dan memanfaatkan peluang untuk meningkatkan nilai pahala amal kita.

Insya Allah manakala itu yang kita lakukan, maka Allah akan berikan haji yang mabrur dan Allah pula akan memberikan janjinya yaitu mengembalikan kita dengan mengampuni seluruh dosa dan kesalahan kita dan mengembalikan kepada posisi kita seperti ketika dilahirkan oleh ibu kita. Menjauhkan siksa dari api neraka serta menghantarkan kita masuk surga dan Insya Allah akan mengganti seluruh harta yang kita gunakan untuk beribadah, amin ya robbal alamin.

sumber : http://mimbarjumat.com/archives/203

Kepercayaan Investor Bisa Runtuh

JALAN TOL

Desakan beberapa investor jalan tol agar pemerintah mengambil alih pembebasan lahan tol adalah bentuk kekecewaan terhadap lambannya proses pembebasan lahan. Persoalan pembebasan lahan bisa meruntuhkan kepercayaan investor.

Demikian dikatakan Chief Executive Officer PT Bakrieland Development Tbk, Hiramsyah S Thaib, Rabu (18/11) di Jakarta. Ia menjelaskan, bila tidak ada persoalan dalam pembebasan lahan, pembangunan konstruksi dapat segera dilakukan oleh investor.

Oleh karena itu, menurut Hiramsyah, pemerintah hendaknya segera merevisi peraturan perundang-undangan terkait pembebasan lahan untuk tol. ”Kepercayaan dari investor harus dijaga. Konsep kemitraan antara pemerintah dan swasta seharusnya dikedepankan dalam pembangunan infrastruktur jalan tol,” katanya.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, revisi regulasi pembebasan lahan tol masuk dalam program 100 hari Departemen PU.

”Revisi atas perpres itu diselesaikan paling lambat Januari 2010,” kata Djoko

Usulan revisi peraturan presiden antara lain memangkas lamanya musyawarah dari 120 hari jadi 60 hari. Konsinyasi dapat dilakukan setelah 51 persen lahan terbebaskan sebelumnya setelah 75 persen lahan bebas. (RYO)


Kamis, 19 November 2009 | 03:47 WIB

Jakarta, Kompas
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/19/03474643/kepercayaan.investor.bisa.runtuh

Minggu, 11 Oktober 2009

Kadin Usulkan UU Pembebasan Lahan

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan kepada pemerintah untuk membuat Undang-undang (UU) khusus untuk pembebasan lahan guna mempercepat pembangunan infrastruktur jalan tol maupun rumah sederhana sehat.

Wakil Ketua Kadin yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Pengembangan Jalan Tol, Fatchur Rochman, pada pertemuan di Kadin, Jakarta, Rabu, mengatakan UU khusus Pembebasan Lahan sangat diperlukan guna menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang selalu menghambat proses pembangunan infrastruktur, termasuk di antaranya jalan tol dan rumah sederhana sehat bagi masyarakat.

Ia mengatakan dari rencana pembangunan jalan tol sepanjang 1.100 kilometer (km) dalam lima tahun terakhir, hanya terealisasi 50 km saja.

Setiap tahunnya, menurut Fatchur, penambahan panjang ruas jalan tol seharusnya mencapai 600 km.

Menurut dia, Kadin telah merekomendasikan Pemerintah untuk membuat UU Jalan Tol sejak tahun 2004, dan usulan tersebut terakomodir dalam UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, yang di dalamnya terdapat pasal-pasal terkait jalan tol.

Salah satu pasal tersebut menyebutkan bahwa regulator dari jalan tol diserahkan kepada Pemerintah, sedangkan PT Jasa Marga berperan sebagai operator saja. Pasal lainnya terkait pengaturan tarif tol yang dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU).

Mekanisme pembebasan lahan yang diusulkan Kadin, lanjutnya, harus ada UU yang menyebutkan pencabutan hak atas tanah jika lahan telah ditetapkan untuk kepentingan umum.

"Jika itu terkait dengan keperluan umum maka berdasarkan hukum hak tanah tersebut langsung tercabut," katanya.

Pemerintah, ujar dia, harus menetapkan appraisal independent sebagai penetapan harga tanah yang harus mengumumkan harga tanah secara terbuka.

"Pemilik tanah boleh melakukan protes jika merasa harga tanah tidak sesuai, protes dilakukan melalui jalur pengadilan. Namun, mereka harus keluar dari tempat tinggal mereka sehingga proses pembangunan infrastruktur tetap bisa berjalan," tambahnya. (ant/gor)

01/10/2009 00:14:02 WIB
JAKARTA, investorindonesia.com

http://www.investorindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=69936&Itemid=33

BI Rate telah rontok sebesar 2,25% sejak Desember 2008 hingga Mei 2009.


BI Sinyalkan Pemangkasan Bunga Acuan Kembali

Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal, pemangkasan bunga acuan , BI Rate, akan berlanjut. Pemangkasan BI Rate dimungkinkan oleh melambatnya laju inflasi. "Kami melihat masih ada ruang untuk penurunan BI Rate," ujar Deputi Gubernur Senior BI Miranda Swaray Goeltom, Kamis (14/5).

Pernyataan itu disampaikan Miranda di depan Komisi XI, DPR. Miranda, Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani semula dijadwalkan menghadiri rapat kerja dengan anggota Komisi XI DPR membahas bunga kredit. Belakangan, anggota DPR membatalkan rapat karena Gubernur BI Boediono tidak hadir.

BI Rate telah rontok sebesar 2,25% sejak Desember 2008 hingga Mei 2009. BI memangkas bunga acuan sebagai pertanda baiknya kondisi ekonomi Indonesia. Namun penurunan bunga acuan itu tak bergaung kencang. Perbankan lelet menanggapi rontoknya bunga acuan. Sebab, bankir menggunting bunga simpanan terlebih dulu, baru memotong bunga kredit.

BI akhirnya mengumpulkan bankir dan menghimbau mereka agar menurunkan suku bunga. "Kami sudah mendengarkan kesulitan bank-bank sehingga mereka sulit menurunkan suku bunga kreditnya," ujar Miranda.

Situasi likuiditas beda

Perbankan bisa jadi tak lagi menggubris sinyalemen bahwa tren penurunan bunga acuan bakal berlanjut. Apalagi, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memilih menyetop penurunan bunga penjaminan. Suku bunga wajar simpanan rupiah maksimal masih 7,75% sedangkan untuk simpanan valas 2,75%.

Bunga penjaminan ini yang biasanya menjadi acuan bunga simpanan bank. Jika bunga penjaminan tak lagi turun tentu biaya pendanaan bank tak berubah. Alhasil bank tak akan menurunkan bunga kredit.

Memang, bunga penjaminan LPS bukan satu-satunya pegangan bankir dalam menentukan bunga simpanan. Bank juga melihat persaingan meraih dana dalam penentuan bunga. "Bunga bisa dipastikan akan turun kalau likuiditas membanjir," ujar Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja.

Senada, Direktur Konsumer dan Ritel PT Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan kebijakan bunga mengacu pada persaingan pasar. "Bank tidak mau terlihat bodoh dengan menurunkan bunga simpanan sendirian. Nasabah bisa kabur ke bank lain yang masih menawarkan bunga lebih tinggi," ujarnya.

Sejak akhir tahun lalu, bank sangat tergantung pada dana masyarakat. Sebab Pasar Uang Antarbank (PUAB) tak berfungsi normal sebagai sumber pendanaan.

PUAB tak berfungsi normal karena para bankir tidak saling percaya. Bank yang kelebihan likuiditas ragu-ragu meminjamkan dana kepada bank yang membutuhkan. BI biasa menyebut situasi ini sebagai pasar yang tersegmentasi.

Direktur Bisnis PT Bank UOB Buana Safrullah Hadi Saleh menambahkan, bank pasti akan menurunkan bunganya. "Kalau sudah mengamankan likuiditas," ujarnya.

Hanya saja, penurunan bunga tak mungkin berlangsung serentak. "Situasi likuiditas di tiap-tiap bank tidak sama," ujar Safrullah.

Suku Bunga Terendah Sepanjang Sejarah?


Kendati banyak pihak mengeluhkan suku bunga kredit yang tidak kunjung turun, bankir justru menegaskan bahwa tingkat suku bunga kredit saat ini merupakan yang terendah sepanjang sejarah. "Suku bunga 10-13 persen itu paling rendah sejak Indonesia merdeka," ujar Ketua Persatuan Bank Nasional (Perbanas) Sigit Pramono di Jakarta, Jumat (9/10).

Dia mengakui, suku bunga kredit di Indonesia memang masih terbilang tinggi bila dibandingkan dengan negara lain, seperti Singapura dan Malaysia.

Namun, menurutnya sejumlah negara tersebut mematok suku bunga depositonya dengan rendah, bahkan hampir mendekati nol persen. "Diperhitungkan juga, berapa mereka memberi bunga deposito. Sangat rendah. Di Jepang hampir nol. Kita kan tinggi bunga depositonya," ujar Sigit yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen BCA ini.

Inflasi Turun, BI Rate Ikut Turun


Bank Indonesia (BI) berpotensi melanjutkan tren pemangkasan suku bunga acuan (BI Rate) yang telah dilakukannya sejak enam bulan terakhir.
Sinyalemen tersebut diberikan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Swaray Goeltom saat ditemui di Gedung DPR-RI, Kamis (14/5). Ia mengungkapkan, suku bunga acuan akan turun jika terjadi penurunan laju inflasi. "BI Rate mengacu pada inflasi," ujarnya.

Karenanya, Miranda menyanggah jika BI akan menahan pemangkasan BI Rate hanya karena perbankan masih lamban menurunkan suku bunga kredit dan simpanan. Menurutnya, pemangkasan BI rate bertujuan memberi sinyal pada industri perbankan dan sektor riil bahwa ekonomi Indonesia masih cukup bagus.

Ia berharap, penurunan bunga acuan pada akhirnya bisa memberikan pengaruh signifikan terhadap luruhnya bunga di bank, baik bunga simpanan maupun bunga kredit. Pasalnya, jika bunga turun, dunia usaha bisa mengakses kredit untuk menjalankan usaha mereka. Bahkan, dia mengaku, BI sudah bertemu dengan kalangan perbankan dan menghimbau agar bank menurunkan suku bunga. "Kami sudah mendengarkan kesulitan bank-bank sehingga mereka sulit menurunkan suku bunga kreditnya," ujar Miranda.

BI Masih Akan Tahan BI Rate

Bank Indonesia (BI) diprediksikan akan tetap menggulirkan kebijakan untuk tetap menahan suku bunga acuan BI Rate di level yang sama pekan depan. Ditengah tekanan inflasi yang meningkat, bank sentral mempertimbangan untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Sebanyak 12 ekonom yang disurvei oleh Dow Jones meramalkan bank sentral akan tetap menahan BI Rate di level 6,5 persen. Sejak Desember tahun lalu, bank sentral telah memangkas suku bunga sebanyak 300 basis poin.

Inflasi kemungkinan akan terus melaju dengan kencang meski dalam tahap yang pelan. Hal ini ditegaskan oleh analis Action Economics David Cohen, Jumat (2/10). "Hal ini akan membuat Bank Indonesia sabar; sebelum akhirnya nanti mulai menaikkan suku bunga patokannya pada pertengahan tahun depan," katanya. (Femi Adi Soempeno/Kontan)

BI Rate Diperkirakan Stagnan


Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) diprediksi akan tetap bertahan pada level 6,5 persen hingga akhir tahun. Demikian disampaikan pengamat ekonomi Fauzi Ikhsan, Jakarta, Senin (28/9).
"BI rate akan stagnan di posisi 6,5 persen, tidak mungkin diturunkan dan kecenderungan dinaikkan juga sangat berat bagi Bank Indonesia," ujarnya.
Fauzi menjelaskan, pergerakan BI rate dipengaruhi bukan hanya oleh inflasi namun juga oleh pergerakan nilai tukar rupiah. "Sehingga inflasi dari sektor impor yang turun akan diimbangi oleh faktor eksternal seperti penguatan rupiah dan suku bunga global seperti the Fed," ujarnya.
Menurut Fauzi, BI rate baru akan bergerak pada kuartal I 2010 dengan pengaruh dari harga BBM. "Akan dipengaruhi oleh harga kenaikan BBM jika dilakukan pemerintah," ujarnya.

BI Rate Ditahan di Level 6,5 Persen

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya (BI Rate) di level 6,5 persen pada bulan Oktober 2009 ini.

"Berdasarkan rapat, Dewan Gubernur memutuskan untuk mempertahankan Bi Rate pada 6,5 persen," kata Deputi Gubernur BI Budi Mulya saat jumpa pers, di Gedung BI, Jakarta, Senin (5/10).

Budi menuturkan, keputusan untuk mempertahankan BI Rate ini diambil karena melihat perkembangan ekonomi dan moneter Indonesia masih terjaga. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009 dan 2010 akan lebih tinggi dari perkiraan semula.

Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi tahun ini akan mencapai 4-4,5 persen atau lebih tinggi dari perkiraan semula yang mencapai 3,5-4 persen. Adapun tahun 2010 diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5-5,5 persen. "Kami juga memutuskan bahwa BI Rate ini masih sesuai dengan sasaran inflasi 2010," ujarnya.

Rapat Dewan Gubernur kali ini juga digelar dengan melakukan conference call dengan Pjs. Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution yang saat ini tengah berada di Istambul, Turki.

LPS Tak Ubah Suku Bunga Penjaminan

Langkah Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga patokannya (BI Rate) awal bulan ini, akhirnya diikuti oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Kamis (10/9).

Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani membeberkan bahwa lembaga yang dipimpinnya juga tetap menahan suku bunga penjaminan LPS di level 7 persen untuk simpanan dengan mata uang rupiah. Sementara itu, suku bunga penjaminan untuk tabungan valuta asing juga tak diubah oleh LPS, yaitu 2,75 persen.

Sedangkan bunga penjaminan untuk simpanan rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) diciutkan 0,25 persen menjadi 10,25 persen.

BI Rate selalu menjadi acuan LPS di luar pertimbangan lain. LPS juga menjaga jarak anta

BI: Penguatan Rupiah Sejalan Dengan Negara Lain

Bank Indonesia berpendapat, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) selama sebulan terakhir memang cukup tinggi. Meski begitu, penguatan rupiah ini sejalan dengan penguatan mata uang negara lain terhadap dolar AS. "Di negara lain hampir berlaku hal serupa. Kami tidak melakukan sesuatu yang khusus untuk mendorong rupiah ke arah tertentu," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution usai sholat Jumat di mesjid BI pada hari ini (9/10).
Pernyataan ini seakan menepis anggapan bahwa BI melakukan intervensi dengan menahan penguatan rupiah. "Pada dasarnya, kami tidak pernah mendorong supaya rupiah menuju angka tertentu, saya tidak bilang tidak ada intervensi," kata Darmin.
Yang jelas, kini, Bank sentral memfokuskan diri agar volatilitas rupiah tidak terlalu tajam. "Kami punya angka berapa nilai wajar rupiah bila melihat fundamental. Tapi angka itu bukan target," kata Darmin.

Sumber :
http://www.kontan.co.id/index.php/keuangan/news/13726/BI-Sinyalkan-Pemangkasan-Bunga-Acuan-Kembali
http://www.kontan.co.id/index.php/keuangan/news/13721/Inflasi-Turun-BI-Rate-Ikut-Turun
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/10/02/18474430/bi.masih.akan.tahan.bi.rate
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/09/10/2016283/lps.tak.ubah.suku.bunga.penjaminan
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/10/09/22533454/suku.bunga.terendah.sepanjang.sejarah

Kamis, 08 Oktober 2009

Manfaat Penghijauan Bangunan Kota


Menyelimuti atap bangunan dengan tanaman menghasilkan banyak manfaat bagi lingkungan perkotaan termasuk, meredam terpaan hujan, menghemat energi, dan menyediakan habitat untuk satwa, demikian yang dikatakan tim peneliti internasional.

Ulasan sejarah dan penelitian terhadap “atap hijau”, dipublikasikan di jurnal Bioscience, ditutup dengan kesimpulan bahwa teknologi ini secara luas telah diadopsi di beberapa negara di Eropa dan Jepang, penelitian lebih lanjut dan dukungan pemerintah dibutuhkan untuk mendorong pemakaian konsep “atap hijau” ini di belahan dunia yang lain.

Masyarakat telah menanami atap rumahnya sejak jaman dahulu, dan atap tanaman tersebut adalah petak hijau sebagai ungkapan selamat datang untuk banyak penduduk kota. Di masa modern, lebih fungsional, atap hijau dikenal pertama kali di Jerman pada awal tahun 1990-an sebagai cara untuk mencegah kerusakan pada atap dari radiasi matahari dan membuat bangunan menjadi lebih tahan api.

“Atap hijau” dapat dibuat pada atap datar dan miring, pada bangunan yang sudah jadi maupun yang sedang dibangun. Atap tersebut terdiri dari lapisan penyekat yaitu membran waterproof dan lapisan media-tanam dengan tebal hingga 20cm.

Tanah ini biasanya memiliki komposisi butir-butir tanah liat yang ringan dan batu pecah. Atap hijau ini hanya butuh perawatan dan pengairan yang sederhana, tetapi dikarenakan posisinya yang terekspos sehingga agak menyulitkan tanaman untuk bertahan.

Sebuah riset yang telah diselenggarakan sejak tahun 1980, tanaman musim kemarau ditemukan sebagai koloni paling sukses, tetapi laporan terbaru menyebutkan titik berat untuk penelitian ke depan pada kebutuhan spesies yang sesuai, terutama untuk iklim yang berbeda.

Walaupun pengerjaan “atap hijau” lebih mahal daripada atap konvensional, namun memiliki nilai efektif lebih lama, kata para peneliti, sebab mereka dapat menghemat energi dan mampu melindungi properti di bawahnya. Misalnya, tanaman dan tanah melindungi membran waterproof dari kerusakan akibat radiasi ultraviolet matahari, mampu memperpanjang fungsinya hingga lebih dari 20 tahun. Beberapa “atap hijau” di Berlin telah bertahan 90 tahun tanpa perbaikan yang berarti, tertulis dalam laporan.

“Atap hijau” juga menurunkan temperatur permukaan atap. Sebuah eksperimen di Kanada menemukan bahwa suhu atap hijau hanya mencapai 30°C di musim panas dibandingkan atap biasa yang mencapai 70°C.

Terpaan panas yang masuk pada bangunan selama musim panas juga mampu direduksi oleh atap hijau, sehingga mengurangi pemakaian AC dan menghemat energi. Dengan mereduksi banyak daya serap permukaan terhadap panas di wilayah kota, temperatur seluruh kota pun dapat berkurang.

Salah satu manfaat terbesar dari atap hijau, menurut para peneliti, adalah kemampuannya “menangkap” air dan kapasitas penguapannya. Kemampuan inilah yang mengurangi banyaknya aliran air hujan dari bangunan, sehingga mampu mengurangi derasnya aliran hujan dan sistem pembuangan dan membantu membebaskan banjir. Sebuah tes di Amerika Utara, ditemukan bahwa atap hijau mampu mengurangi aliran dari bangunan hingga 60—79%.

Beberapa manfaat lainnya disebutkan dalam artikel, adalah sebagai peredam suara dan kemampuannya memperbaiki kualitas udara. Efek negatif yang dilaporkan hanyalah meningkatkan terurainya zat nitrogen dan fosfor dalam aliran air. Pengurangan pemupukan, pemakaian tanah yang berbeda dan pemilihan spesies tanaman yang tepat di mana dapat menyerap nutrisi dan polutan lainnya dapat memecahkan masalah ini, demikian yang dianjurkan para peneliti.

Kelompok konservasi alam telah mempromosikan atap hijau sebagai tempat perlindungan bagi satwa termasuk kumbang, laba-laba, semut, lebah, sarang burung dan beberapa tanaman lain. Tetapi diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap ekosistem atap hijau. (Epoch Times/feb)

Epochtimes Rabu, 23 September 2009
http://erabaru.net/iptek/55-iptek/5178-manfaat-penghijauan-bangunan-kota

Beton Plastik, Solusi Hebat untuk Pembangunan



Arsitek Henry Miller telah memikirkan sebuah cara untuk menggunakan ulang limbah plastik, menghindari proses pemborosan energi dari proses daur ulang plastik. Solusi cemerlang Miller meraih pemenang pertama dalam “Kategori Komponen” dari kompetisi kedua Concrete Sustainable World yang diselenggarakan setiap tahun.

Mengunakan bahan-bahan yang didaur ulang sekarang sedang jadi trend. Saat tinggal di Albania, Miller melihat banyak daerah disana menghentikan program daur ulang plastiknya untuk solusi yang lebih murah, dan memperhatikan banyak ladang yang disia-siakan. Ide Miller adalah: menggunakan limbah plastik sebagai pengganti bahan baku beton yang selama ini harus diperoleh melalui proses penambangan (mining) dan menciptakan produk yang lebih baik. Dengan mencampurkan limbah plastik, semen dan tanah dari ladang terbengkalai itu, Miller mampu untuk menciptakan material yang sama kuatnya dengan beton pada umumnya.

Sebetulnya kompetisi Concrete Sustainable World hanya melombakan konsep desain, namun Miller tidak puas dengan hanya sebatas ide yang belum diwujudkan. Dia benar-benar menggunakan beton plastik ciptaannya untuk membangun tembok. Ia ingin menunjukkan bahwa hasil karyanya dapat dimanfaatkan.

Saat memaparkan proyeknya, Miller mengatakan: "Mendaur ulang plastik adalah sesuatu yang sulit, memerlukan proses energi yang intensif, dan menghasilkan suatu produk yang lebih rendah daripada bahan asli. Saya sudah meneliti kemungkinan menggunakan bentuk butiran, limbah plastik sebagai bahan campuran beton. Tidak seperti plastik biasa, ia dapat dicampur tanpa efek yang merugikan, pemanasan penggabungan tidak diperlukan, hasil awal percobaan saya menunjukan produk ini sama kuatnya dengan beton konvensional (antara 3000 dan 5000psi.) Sebagai hasil penggunaan limbah plastik daripada bahan campura biasa, penambangan bahan baru untuk bahan campuran adalah tidak diperlukan lagi." (Trey Farmer /snd)


Era Baru Rabu, 30 September 2009
http://erabaru.net/iptek/82-teknologi-inovasi/5374-beton-plastik-solusi-hebat-untuk-pembangunan

Berakar Dalam dan Berdaun Lebat


Beberapa tahun yang lalu, saya mempunyai tetangga yang berprofesi sebagai dokter, dia sangat senang menanam pohon di halaman rumahnya yang luas.

Akan tetapi dia jarang sekali menyirami pohon-pohon itu, oleh karena itu pertumbuhannya sangatlah lamban.

Suatu hari saya memutuskan untuk mengunjungi dokter tersebut dan ingin mengetahui apakah dia merasakan kekhawatiran karena pohon-pohonnya tumbuh sangat lambat. Dia dengan semacam nada bangga menceritakan kepada saya tentang teorinya yang luar biasa itu, dia bilang jika pohon itu selalu disiram dengan air, akar dari pohon itu akan membiasakan diri pada lapisan tanah yang dangkal, terbiasa dalam lingkungan yang nyaman, selalu menantikan air dari permukaan tanah yang sangat mudah didapatkan.

Karena dia tidak sering menyirami dengan air, maka pohon itu memang pertumbuhannya agak lambat, tetapi dengan demikian akar dari pohon itu bisa tumbuh mengarah ke lapisan tanah yang lebih dalam, tumbuh kesana karena untuk mencari air dan gizi yang dibutuhkan.

Maka dari itu pohon-pohon tersebut akan memiliki akar yang sangat dalam, lebih bisa melawan serangan dari cuaca yang sangat buruk, dia juga memberitahu saya bahwa dia setiap hari pergi menepuk nepuk pohon ini.

Kemudian saya pindah rumah dan tinggal di luar negeri, sejak saat itu saya tidak pernah lagi menjumpai dirinya.

Lewat beberapa tahun kemudian saya pulang dari luar negeri, pergi melihat lihat ketempat yang dulu pernah saya tinggali, ketika saya berjalan kesana, saya mendapati ada sebuah hutan pohon kecil yang dulu belum pernah ada, cuaca pada saat itu sangat dingin dan angin bertiup sangatlah kencang, banyak pepohonan di pinggir jalan yang tertiup angin sampai "membungkukkan pinggangnya", sepertinya sama sekali tidak bisa melawan angin yang dahsyat itu.

Tetapi ketika saya memasuki halaman rumah dokter tersebut, saya melihat pohon-pohon yang dia tanam itu sangatlah kokoh, batang pohonnya boleh dibilang tidak bergerak sama sekali, dengan gigih melawan tiupan angin yang kencang itu.

Melihat hasil yang demikian menakjubkan itu timbul berbagai macam pikiran dibenak saya... Setiap malam sebelum tidur, saya selalu melihat sebentar anak-anak, setiap kali berdoa untuk mereka, kebanyakan mendoakan agar mereka kelak bisa hidup lebih santai, agar mereka tidak banyak menemui kegagalan dan terpaan.

Namun kini saya berpikir telah tiba saatnya merubah cara mendoakan mereka, karena saya tahu, kehidupan anak-anak di hari esok pasti akan menemui kesulitan dan kegagalan yang tak terhitung jumlahnya. Dalam kehidupan ini pasti ada badai dan angin, tidak perduli dikehendaki atau tidak oleh kita.

Saya akan mendoakan anak-anak saya bisa tumbuh dewasa membawa akar yang dalam, dengan demikian mereka akan mendapatkan gizi yang terbaik dari tempat yang paling tidak mudah untuk dicapai. (Xin Yu/The Epoch Times/lin)

Erabaru Jumat, 21 Agustus 2009
http://erabaru.net/kehidupan/41-cermin-kehidupan/3958-berakar-dalam-dan-berdaun-lebat