Minggu, 23 Agustus 2009

PEMAHAMAN KONSEP PERSFEKTIF MANAJEMEN DALAM WAWASAN ENTREPRENEUR



Abdul Talib Rachman *)




PENDAHULUAN

Membicarakan persfektif manajemen berarti ada sesuatu yang ingin kita ungkapkan dimana disatu sisi manajemen membicarakan seperangkat pengetahuan (apa yang harus dilakukan dan mengapa), keterampilan (bagaimana melaksanakan) dan keinginan (mau melakukan) tentang usaha manusia mencapai tujuan dengan memaksimumkan sumber daya yang tersedia secara produktif (efisein, efektif dan kualitas), sedangkan disisi lain persfektif membicarakan kemampuan berpikir strategis untuk melihat segala sesuatu di masa depan.

Untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses dalam arti kemampuan yang bersangkutan untuk terus mengelelola daur hidup perusahaan yang perima, disamping terus dapat bertahan, tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan, maka diperlukan kemampuan berkir jangka panjang yang bertolak dari usaha menggerakkan kekuatan berpikir secara intuitif.

Dengan penguasaan wawasan entrepreneur yang bersangkutan diharapkan memiliki keterampilan merumuskan lompatan-lompatan strategis untuk dapat memandang arah jangka panjang, oleh karena itu kemampuan berpikir strategis merupakan kebutuhan bagi setiap pemimpin masa depan, tanpa kemampuan itu sangat sulitlah ia menerapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menggerakkan orang dalam usaha untuk mencapai tujuan yang diharapkan, jadi tidak heran banyak pemimpin menguasai informasi tapi ia tidak mampu memanfaat informasi menjadi berguna.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka kepemimpinan entrepreneur masa depan sangat ditentukan kemampuannya untuk menggerakkan kemampuan berpikir dalam kerangka persfektif artinya ia memiliki kemampuan mengungkapkan situasi dalam gelombang perubahan karena perubahan akan selalu ada dimana-mana sehingga pemahaman yang mendalam memanfaatkan otak dan hati dalam mewujudkan antisipasi.

Entrepreneur berwawasan yang mampu menggerakkan kekuatan berpikir dalam melahirkan ide-ide baru sebagai langkah untuk membangkitkan kekuatan kreatifitas dari mimpi menjadi sesuatu yang dapat meletakkan landasan yang kuat dalam merumuskan antsipasi.

Antisipasi adalah keterampilan baru untuk menggerakkan kemampuan yang terkait dalam pemikiran analisis strategis dimana ia mampu mengungkapkan segala sesuatu yang belum terjadi. Inilah keterampilan yang sangat perlu.

Jadi entrepreneur berwawasan akan mampu menggerakkan kekuatan kemungkinan berpikir intuitif dengan mengungkapkan persfektif dari hasil analisis strategis sebagai satu usaha untuk meramalkan sesuatu yang harus dihindari dimasa depan, maka dengan melaksanakan manajemen yang benar diharapkan kita mampu untuk menciptakan peluang-peluang dalam masa ketidak pastian.

Dengan pemikiran diatas, mendorong entrepreneur berwawasan untuk kembali memikikan konsep manajemen persfektif sebagai kemungkinan berpikir untuk mendorong pemahaman mengenai persfektif, manajemen dan manajemen persfektif dengan pendekatan dari penguraian huruf dari kata menjadi kata yang bermakna.

PERSFEKTIF DARI SISI HURUF MENJADI KATA BERMAKNA

Untuk mengungkit kekuatan kemungkinan berpikir melalui alat pikir dari kesadaran, kecerdasan dan akal dalam proses berimajinasi terhadap suatu situasi, maka diperlukan pendekatan untuk mengerakkannya, dalam hal ini bagi seorang entreprenaur berwawasan memanfaatkan apa yang disebut pendekatan dari huruf dalam kata persfektif , bila kita uraikan maka setiap huruf akan menjadi satu kata yang bermakna yaitu :

P menjadi kata Perencanaan
E menjadi kata Esensi
R menjadi kata Relokasi
S menjadi kata Sumber daya
F menjadi kata Faktor
E menjadi kata Ekonomi
K menjadi kata Keterampilan
T menjadi kata Teknologi
I menjadi kata Informasi
F menjadi kata Fondasi

Dengan menguraikan huruf menjadi kata yang bermakna diatas, maka kita dapat pula merumuskan makna kata Persfektif sebagai sesuatu wawasan kemungkinan berpikir sebagai berikut :

PERSFEKTIF adalah PERENCANAAN analisis strategi sebagai ESENSI merumuskan hal-hal yang berkaitan dengan RELOKASI terhadap SUMBER-DAYA sebagai satu FAKTOR penentu EKONOMI keberhasilan dengan memanfaatkan KETERAMPILAN dalam TEKNOLOGI dan INFORMASI sebagai FONDASI dalam mewujudkan keputusan strategik.

Pemahaman kata persfektif yang dirumuskan diatas diharapkan akan menjadi alat pendorong sikap dan perilaku agar semua rumusan dalam kerangka berpikir ANTISIPATIF mampu meramalkan keputusan strategik.

Dengan pemanfaatan otak dan hati dalam kerangka kemampuan berpikir antisifatif dengan menggerakkan kompetensi agar komponen memahami apa yang dapat mempengaruhi, cara berpikir yang dalam mencari jawaban lebih dari satu arah, lebih terfokuskan, mampu menggambarkan jalan yang akan ditempuh, maka keseluruhan proses berpikir itu disebut analisis strategis.

Jadi merumuskan persfektif akan memberikan hasil yang memuaskan bilamana kompetensi untuk membuat satu analisa strategis dipenuhi sehingga informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai langkah untuk membuat antisipasi yang lebih terarah, terpadu dan kompeherensip.

MANAJEMEN DARI SISI HURUF MENJADI
KATA BERMAKNA

Kata manajemen terdiri dari beberapa huruf, bila kita uraikan dari huruf menjadi kata bermakna, akan memberikan petunjuk kedalam operasionalnya artinya bagaimana anda menerapkannya dalam pelaksanaan. Jadi huruf dalam kata manajemen dapat diuraikan sebagai berikut :

M menjadi kata Mengelola
A menjadi kata Aktiva
N menjadi kata Nilai tambah
A menjadi kata Akseptasi
J menjadi kata Jaminan
E menjadi kata Ekuitas
M menjadi kata Masa depan
E menjadi kata Emisi
N menjadi kata Naik

Dengan menguraikan huruf menjadi kata bermakna diatas, maka kita dapat pula merumuskan manajemen dari sisi huruf menjadi kata bermakna sbb.:

MANAJEMEN adalah Kemampuan dalam MENGELOLA penggunaan sumber daya yang tercantum sebagai AKTIVA untuk mewujudkan NILAI TAMBAH ekonomis ( economic value added) menjadi AKSEPTASI untuk memberikan JAMINAN atas EKUITAS yang ditanam sebagai EMISI akan NAIK sejalan dengan pertumbuhan usaha.

Pemahaman manajemen yang dikemukakan diatas mendjadi satu kekuatan bagi pemimpin bertanggung jawab dalam menjamin pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan selalu siap memasuki gelombang ketidak pastian menjadi peluang.

Jadi manajemen haruslah dipandang bukan saja dalam arti abstrak tetapi juga dipandang dari konkrit artinya manajemen sebagai keterampilan membutuhkan kompetensi tertentu. Dengan keterampilan itu bagi pemimpin akan selalu mampu menggerakkan sumber daya manusia untuk dapat memaksimumkan sumber daya yang lain dalam mewujudkan tujuan yang hendak dicapai.

Keterampilan tertentu tersebut harus dikembangkan menjadi kompetensi dalam manajerial, organisasi, teknik dan informasi sehingga manajemen dapat dipahami dalam arti praktis yang dapat diaktualisasikan kedalam sikap dan perilaku yang bersifat yang proaktif

Sikap dan perilaku proaktif akan mampu mendorong kemampuan dalam kompetensi tertentu dengan memanfaatkan manajemen dari kebiasaan memecahkan masalah menjadi menghindari masalah.

PERSFEKTIF MANAJEMEN (P.M.)

Pada bagian terdahulu telah diutarakan pemahaman secara umum dan dari sisi huruf menjadi kata yang bermakna atas persfektif dan manajemen, maka bila kedua kata itu disatukan menjadi persfektif manajemen berarti kita melihat dari sisi bagaimana seharusnya ia diaplikasikan menjadi kenyataan dalam praktek.

Dengan pemahaman itu, maka aplikasi PERSFEKTIF MANAJEMEN disini kita maksudkan adalah penguasaan seperangkat pengetahuan dan keterampilan yang dapat memberi kekuatan kepemimpinan dalam mewujudkan keinginan agar dapat memberikan motivasi dalam menciptakan keseimbangan kepentingan individu, kelompok dan organisasi.

Pengetahuan, keterampilan dan keinginan tersebut harus ditumbuh kembangkan menjadi suatu kebiasaan yang produktif untuk mendukung kemampuan dalam pemikiran strategis, jangka panjang dan pendek dalam organisasi dan menjadi pendorong lahirnya kompetensi manajerial, teknik, informasi dan organisasi.

Kemampuan-kemampuan tersebut harsulah dapat dipandang sebagai satu kebiasaan yang produktif yang menunjukkan kekuatan-kekuatan dan atau kelemahan-kelemahan artinya dari sisi kekuatan-kekuatan akan berdampak mendukung keberhasilan persfektif, posisi dan performa, sebaliknya dari sisi kelemahan-kelemahan akan menghambat keberhasilan.

KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI MANAJERIAL

Pada tingkat eksekutip akan ditunjukkan kemampuan manajerial yang kuat dan terbangun dari kebiasaan yang efektif yang tumbuh dari pengalaman dan pengembangan bakat yang tersembunyi.

Dengan kemampuannya para eksekutip mengarahkan organisasi melalui kondisi lingkungan yang dinamik. Para eksekutip pembuat keputusan tingkat atas dengan melaksanakan penelitian strategis akan menghasilkan antisipasi dengan baik pula dari kemampuan mengidentifikasi situasi, merumuskan masalah (strategik, pokok dan insidentil), menyeleksi serta membuat solusi penyelesaian secara tepat dan benar yang ditunjukkan dalam membuat pilihan-pilihan strategi yang sempurna di dalam berbagai kondisi diatas lingkungan yang beragam dan komplek adanya.

Sedangkan pada peringkat manajemen menengah dimana kemampuan akan manejerialnya lebih terfokuskan kedalam kegiatan untuk menterjemahkan keputusan strategik agar dapat dilaksanakan. Sebaliknya pada kemampuan manajerial operasional dapat membantu mengaktualisasikan seluruh strategi organisasi di dalam jangka pendek.

KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI TEKNIK

Kemampuan teknik dapat memperkuat dan atau memperlemah pencapaian keputusan strategik dalam lingkungan tugasnya yang terletak di dalam area-area teknologi produk baru, teknologi proses, teknologi pendukung operasi serta manajemen sumber daya manusia.

Operasi yang mendukung teknologi adalah teknik-teknik, prosedur-prosedur dan sistem-sistem yang dimiliki oleh organisasi yang secara langsung dapat menyokong teknologi produk dan proses yang mampu meningkatkan kemampuan untuk bersaing.

Dengan berbagai teknik-tenik dan sistem-sistem mampu mentranformasikan informasi dengan kecepatan tinggi keluar. Begitu pula teknologi dukungan seperti teknik pengolahan pesanan, sistem logistik dan sebagainya.

KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI INFORMASI

Dengan informasi dapat membantu organisasi memasuki persaingan secara efektif di dalam pasar-pasar produknya yang disebut dengan kemampuan informasional.

Dengan memiliki kemampuan yang berhubungan dengan informasi luar mengenai lingkungan perusahaan, pasar dan pesaingnya, akan memberikan keuntungan lebih dari yang lainnya sehingga bagi organisasi yang memiliki kemampuan informasional tersebut mudah memasuki ekonomi dunia tanpa batas dan mampu menciptakan peluang dari ketidak pastian.

Kemampuan informasional termasuk sistem imformasi manajemen untuk mendukung komunikasi antar unit kerja menjadi efektif dan efesien karena dapat mengurangi kesalahan dan dapat tanggap atas perubahan lingkungan.

KEMAMPUAN DALAM KOMPETENSI ORGANISASI

Kemampuan dalam mendayagunakan peran-peran keorganisasian dalam merumuskan kerja, jabatan atau kedudukan, peran, pekerjaan, fungsi dan tugas akan mendukung terciptanya suatu pengorganisasian yang fleksibel dan mudah dikontrol.

Dengan kemampuan itu pula dapat memberikan daya dorong untuk supaya mudah memotivasi dan efektivitas peran dalam mengoptimalkan potensi karyawan. Sejalan dengan itu memungkinkan untuk membangun hubungan horizontal, vertical dan diagonal dalam mewujudkan keharmonisan dan koordinasi dalam pekerjaan.

Memiliki kemampuan untuk menggerakkan dan menumbuhkan partisipasi serta komitmen dalam organisasi untuk setiap perubahan, oleh karena itu diperlukan persyaratan terciptanya iklim organisasi yang sehat.

Dengan terciptanya iklim organisasi yang sehat berarti ditopang oleh „budaya organisasi yang diformalkan“ yang dapat menuntun sikap dan perilaku dari setiap warga organisasi Jadi budaya organisasi yang diformalkan berarti ada kejelasan yang terkait dengan nilai, norma, wewenang dan ganjar, sebagai pedoman yang dapat diterima oleh semua pihak dalam organisasi disatu sisi dan disisi lain diperlukan pula hal-ha yang terkait dengan transparan dan tanggung jawab sosial

PENUTUP

Untuk mendukung pemahaman persfektif manajemen agar dapat diaplikasikan kedalam suatu organisasi yang efektif dan mudah dikontrol dibutuhkan kesungguhan untuk membangun kebiasaan yang produktif artinya diperlukan peningkatan yang berkelanjutan atas pengetahuan yang diperoleh dari informasi, keterampilan yang diperoleh dari pengalaman dan keinginan yang sejalan dengan sikap dan perilaku untuk menyesuaikan dengan tuntutan perubahan

Maka seperangkat kebiasaan yang produktif menjadikan pondasi yang selalu ditumbuh kembangkan sebagai usaha-usaha pengembangan sumber daya manusia agar ia selalu siap beradaptasi terhadap gelombang perubahan yang terus bergerak tanpa berakhir.

Sejalan dengan pemikiran itu maka diperlukan pilar-pilar sebagai tonggak untuk menahan setiap perubahan artinya selalu siap menghindari masalah, sehingga ia mampu berpikir, bekerja dan belajar sebagai tonggak perjalanan hidupnya.


January 26, 2009 by suaraatr2025
http://suaraatr2025.wordpress.com/2009/01/26/pemahaman-konsep-persfektif-manajemen-dalam-wawasan-entrepreneur/

Abdul Talib Rachman *),

http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1047787560063647465&postID=5412888726116333558

Sabtu, 22 Agustus 2009

Stimulus Infrastruktur masih Tumpul


JAKARTA-MI: Kontribusi stimulus infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi ternyata masih kalah dengan kontribusi stimulus non infrastruktur atau dalam bentuk keringanan pajak.

Deputi Evaluasi Pembangunan Kemeneg Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Widiyanto mengatakan bahwa stimulus perpajakan lebih berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi daripada stimulus infrastruktur. Pasalnya, stimulus infrastruktur belum bisa dilaksanakan dari awal tahun. Sementara untuk stimulus noninfrastruktur atau berupa keringanan pajak telah dijalankan terlebih dahulu.

"Sampai Juni kemarin, stimulus fiskal sendiri masih diserap kurang dari 5 persen. Tapi kalau stimulus pajak yang sudah dari awal dicanangkan. Artinya pertumbuhan ekonomi kita sudah ditolong benar oleh stimulus pajak," jelasnya di Jakarta, Rabu (12/8).

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan pertumbuhan eoknomi Nusantara untuk semester I/2009 year on year sebesar 4,2 persen. Bambang menyebutkan, dengan angka yang masih positif, bertanda bahwa stimulus pajak memang sangat berkontribusi terhadap pertumbuhan eonomi. "Jadi bisa dibilang kalau stimulus pajak malah lebih efektif di Indonesia," ujarnya.

Menurut Bambang, sampai dengan akhir Juli kemarin, penyerapan stimulus infrastruktur masih dibawah 5 persen, yaitu 4,9 persen. Sedangkan menurut data hingga akhir Juni baru diserap 4,57 persen. Penambahan penyerapan infrastruktur yang hanya 0,33 persen dalam satu bulan itu akan segera meningkat pada Agustus ini. Pasalnya, terdapat beberapa proyek yang hanya tinggal menunggu finalisasinya saja.

Dia mencontohkan untuk proyek stimulus di departemen ESDM yang berupa pembangkit listrik hanya tinggal menunggu datangnya salah satu mesin yang masih menunggu kedatangannya.

"Karena itu memuat 70 persen dari jatah anggaran, otomatis penyerapannya bisa banyak," katanya.

Bahkan, dia menambahkan, sampai Agustus ini, penyerapan stimulus infrastruktur akan mencapai angka 10 persen dengan adanya beberapa proyek yang sudah tinggal penyelesaian saja. "Dominasi masih (departemen) PU. Pusat saja sekarang sudah menyerap 10 persen (dari anggaran PU), tapi daerah masih kurang dari 1 persen," katanya.

Pemerintah telah megeluarkan paket stimulus fiskal senilai Rp 73,3 triliun dengan komposisi Rp12,2 untuk stimulus infrastruktur, Rp43 triliun untuk perpajakan, dan sisanya adalah untuk keringanan cukai.(RR/OL-7)

Penulis : Ririn Radiawati Kusumua

Rabu, 12 Agustus 2009 23:57 WIB
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/08/08/90196/4/2/Stimulus-Infrastruktur-masih-Tumpul

Pembangunan Infrastruktur Terkendala Dana Pembebasan Lahan

JAKARTA-MI: Pemerintah mengakui adanya keterbatasan anggaran dalam menjamin pembebasan lahan untuk memfasilitasi proyek-proyek infrastruktur yang ditangani oleh pihak swasta.

Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, mengatakan, Kadin meminta pemerintah membuat UU Pembebasan Lahan sebagai jaminan proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan swasta. Namun pemerintah menghadapi kendala anggaran yang terbatas untuk menjamin ketersediaan lahan
tersebut.

"Saya merespon sekali usulan Kadin karena memang sekarang investasi swasta terkendala pada persoalan tanah terutama untuk kepentingan proyek-proyek infrastruktur. Tapi itu resources-nya sangat terbatas baik dari pendapatan," katanya di Jakarta, Kamis (6/8).

Paskah mengatakan, walaupun pemerintah sudah melakukan diversifikasi dan intensifikasi di perpajakan, namun anggaran pemerintah tetap terbatas.

"Jadi masih banyak sektor-sektor yang bisa kita intensifikasikan dari sisi perpajakan," ujarnya.

Menurut dia, pada 2010 Bappenas juga telah menyiapkan proyek-proyek infrastruktur melalui mekanisme kerjasama pemerintah dan swasta (Public Private Partnership) dengan nilai berkisar Rp250 triliun-RP300 triliun. Namun semua proyek itu belum siap.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta pemerintah menyusun rancangan undang-undang pembebasan lahan pada 2010 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh kelancaran pembangunan infrastruktur.

Ketua Umum Kadin MS Hidayat mengatakan, RUU pembebasan lahan tersebut dimaksudkan sebagai jaminan adanya kepastian hukum dalam pembangunan infrastruktur.

"Harus ada kepastian hukum, kami usulkan pemerintah harus buat RUU pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol, pelabuhan, sehingga setelah infrastruktur menjadi proyek pemerintah, harganya di freeze. Dulu pemerintah belum berani dan ragu, sekarang harus berani (menyusun RUU
Pembebasan Lahan). Sekarang kan pemerintahnya sudah kuat," katanya. (Ant/OL-7)

Jumat, 07 Agustus 2009 01:44 WIB
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/08/08/89157/21/2/Pembangunan-Infrastruktur-Terkendala-Dana-Pembebasan-Lahan

Pasangan Australia pecahkan Rekor Dunia Irit BBM


PASANGAN suami istri berkebangsaan Australia, pada Rabu (20/8) diberitakan berhasil memecahkan rekor dunia atas nama mereka sendiri yang tercatat dalam Guiness Book of World Records. Rekor irit bahan bakar ini dibukukan oleh Helen dan John Taylor.

Mereka berhasil mencatatkan konsumsi rata-rata 28,9km/liter yang dibukukan lewat sebuah perjalanan yang dimulai dari negara bagian Virginia kemudian melintasi 48 negara bagian sampai mereka kembali lagi di Virginia setelah mencatatkan jarak tempuh 14.483km. Perjalanan yang menghabiskan waktu 3 minggu ini melewati 14 pos pemeriksaan (checkpoints) dengan mematuhi seluruh aturan lalu lintas yang ada.

Rekor irit BBM sebelumnya juga dibuat oleh pasangan ini pada tahun lalu dengan catatan rata-rata 25,64 km/liter. Kedua rekor ini dibuat dengan mengunakan mobil yang sama yaitu Volkswagen Jetta TDI yang dijual untuk pasar AS.

Setelah diselidiki, ternyata keluarga Taylor ini memang memiliki hobi menjalankan kendaraan dengan cara seirit mungkin. Rekor ini bukan rekor kedua yang telah mereka bukukan. Jauh sebelumnya, pasangan ini sudah mengantongi lebih dari 80 rekor irit bahan bakar.

Kendaraan yang digunakan mereka pun beraneka ragam. Mulai dari Ford, Daihatsu, Holden, Toyota, Chrysler, Daewoo, Peugeot, Lexus, Subaru, Volvo, Voyager hingga Land Rover pernah mereka gunakan untuk mencatatkan rekor mereka.

Pasangan ini mengatakan, VW Jetta yang mereka gunakan untuk memecahkan rekor mereka tahun lalu ini telah di uji tingkat efisiensinya oleh badan perlindungan lingkungan AS, EPA (Environmental Protection Agency) dengan hasil 12,82km/liter untuk dalam kota, 17,54km/liter pada jalan bebas hambatan. Pemecahan rekor spektakuler ini juga didukung oleh penggunaan ban Goodyear berkarakter low rolling resistance.

"Kami berharap rekor dunia ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar bijaksana dalam memilih ban yang benar, menggunakan bahan bakar yang tepat dan menenerapkan teknik mengemudi yang efisien agar dapat menghemat biaya dan bahan bakar serta mengurangi emisi karbon," ujar Helen Taylor. (Cdx)


Minggu, 23 Agustus 2009
Media Indonesia.
http://www.mediaindonesia.com/mediaoto/index.php/read/2009/08/20/453/2/Pasangan-Australia-pecahkan-Rekor-Dunia-Irit-BBM-

Mengekang Syahwat Kekuasaan

SETIAP kali puasa datang, setiap kali pula kita diingatkan tentang pentingnya mengekang hawa nafsu. Sedemikian pentingnya hingga perang melawan hawa nafsu, oleh dalil Islam, disebut lebih berat ketimbang perang fisik yang kolosal sekalipun.

Begitu pula saat jutaan umat muslim di Indonesia melaksanakan ibadah puasa tahun ini, yang dimulai hari ini. Seruan agar kita mengendalikan nafsu bahkan sudah terdengar sejak sepekan menjelang Ramadan.

Seruan itu menjadi amat relevan di tengah suasana hiruk pikuk politik dan perburuan merebut kursi kekuasaan lima tahun ke depan, baik di legislatif maupun eksekutif.

Pertanyaan yang patut kita kemukakan ialah apakah kita sanggup berpuasa dengan keikhlasan hati dan kejernihan otak di tengah rimba perburuan kekuasaan yang sering menomorduakan idealisme kesejahteraan?

Di situlah justru terletak tantangan itu, khususnya bagi elite politik di negeri ini.

Nafsu dan syahwat kekuasaan yang mestinya menjadi energi utama demi mewujudkan kesejahteraan rakyat, sering dibelokkan hanya untuk tujuan kemewahan kekuasaan.

Dalam situasi seperti itu, kita masih sering menyaksikan elite politik kita menerabas segala kepatutan, bahkan menghalalkan segala cara, demi meraih kekuasaan. Janji politik mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan keadilan menjadi tinggal janji ketika kekuasaan sudah digenggam.

Di saat yang sama, Ramadan mewanti-wanti tentang besarnya risiko ingkar janji dan selingkuh politik.

Masihkah tersisa di dada politisi itu nilai-nilai Ramadan? Seberapa fasih para politikus itu berpuasa dengan mengumbar janji palsu sekadar menarik rakyat konstituen agar memilih dirinya, sesudah itu dilupakan selupa-lupanya?

Saat nilai moral berpolitik dan praktik kekuasaan melemah seiring dengan praktik demokrasi prosedural asal didukung banyak suara, puasa menjadi alarm untuk mengingatkannya. Saat pengingkaran amanat rakyat terus menguat, puasa menjadi sarana untuk meluruskannya.

Ajaran 'hanya makan ketika lapar dan berhenti makan sebelum kenyang' mestinya mengerem syahwat kekuasaan yang tak berujung. Puasa semestinya membuat mutu hidup bangsa semakin baik dan berkualitas.

Puasa dalam wilayah politik mestinya membuat kita bersedia open heart (membuka hati) menerima kritik dan saran pedas. Puasa bukan sekadar open house, yakni menyediakan setumpuk makanan untuk disantap banyak orang saat magrib tiba.

Puasa selalu datang dengan beribu-ribu harapan dan janji surgawi. Sayang, belum banyak yang benar-benar berubah setelah berkali-kali menjalani terapi rohaniah itu. Masih saja tumbuh dan berkembang selingkuh kekuasaan serta dusta atas janji-janji politik.

Melalui forum ini, kita tidak jemu-jemunya untuk mengajak agar kita punya rasa malu. Malu bila sudah berkali-kali berpuasa, tapi hanya mendapatkan lapar dan haus.

Malu bila kita terus mengulang kegagalan menundukkan nafsu liar kekuasaan. Selamat berpuasa.


22 Agustus 2009 00:01 WIB
MediaIndonesia.com
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/08/08/91636/70/13/Mengekang-Syahwat-Kekuasaan

Virus Buatan Indonesia Tak Kalah Berbahaya


DATA: Virus asal Indonesia tak kalah berbahaya dibandingkan produksi asing, karena bisa menghapus data file.






SURABAYA-- Virus buatan Indonesia diyakini lebih berbahaya dari produksi asing, karena virus lokal tersebut bisa menghilangkan data file.

"Sementara, virus asing tidak sampai menghilangkan file penting penggunanya. Produsen virus tersebut hanya ingin menunjukkan kelemahan windows yang ada saat ini," kata Technical Security Consultant, ESET Indonesia, perusahaan di bidang keamanan digital, Yudhi Kukuh, saat dihubungi ANTARA, di Surabaya, Minggu (23/8).

Namun, jelas dia, dari sejumlah virus yang menyebar di seluruh jaringan komputer di dunia, virus asal Indonesia hanya menyumbang 0,1 persen. "Meski penguasaannya terbilang minim secara internasional, pengguna komputer perlu menyadari pentingnya antivirus untuk melindungi data," ujarnya.

Sampai saat ini, kata dia, variasi virus di dunia sangat beragam. Akan tetapi, yang kini menjadi tren dan berbahaya adalah virus "configure". Virus ini sifatnya bisa menggandakan diri, sehingga kini variannya bisa mencapai turunan ke-30 ("configure" varian AQ). "Mayoritas, selama ini yang menyerang komputer di antaranya `configure generic`, `configure` varian A, dan `configure` varian AA," katanya.

Sementara, ia mencontohkan, ragam virus lokal yang juga membahayakan data pengguna komputer seperti babon, aksika, "coolface & coolface MP3 player", W32/Kill AV, pendekar "blank", pacaran, "blue fantassy", "Windx-Matrox". "Selain itu, ada juga virus amburadul, `FD Shield`, Purwo C, dan Nadia Saphira," katanya mengungkapkan.

Terkait pengguna antivirus ESET, "Marketing Communications" ESET Indonesia, Chrissie Maryanto, menyatakan, sampai saat ini pasar terbesar sebanyak 60 persen berada di Jakarta, 30 persen di Surabaya, dan 10 persennya menyebar di kota lain. "Dari jumlah tersebut, segmentasi pasar kami terdiri dari 80 persen kalangan korporasi dan 20 persen pelaku usaha ritel," katanya.

Khusus di Surabaya, ia siap menembus pasar ritel di kota tersebut. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan peritel yang bergerak di bidang teknologi informasi (TI). Sementara itu, sejak Agustus ini ia telah memiliki `reseller` di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Jember, Bali, Balikpapan, dan Papua.

By Republika Newsroom
Minggu, 23 Agustus 2009 pukul 11:12:00

http://www.republika.co.id/berita/71196/Virus_Buatan_Indonesia_Tak_Kalah_Berbahaya

TNI Bisa Terlibat Menangani Terorisme


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, TNI dapat dilibatkan dalam penanganan teror. Pelibatan itu amanat UU NO 34/2004 tentang TNI dan sama sekali tidak menandakan kemunduran demokrasi.

"Dalam UU tersebut, tugas pokok TNI meliputi operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang," kata Presiden dalam pengarahan kepada prajurit Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) di Jakarta, Kamis (20/8).

Pada kesempatan ini, Presiden SBY menerima brevet komando kehormatan Koppasus yang disematkan oleh KSAD Jenderal TNI Agustadi Sangko Purnomo.

Hadir pada acara itu Danjen Koppasus Mayjen TNI Pramono Edi Wibowo.

Presiden menjelaskan, operasi militer selain perang meliputi penanganan kelompok separatis, pemberontakan bersenjata dan terorisme. "Jadi, kalau ada yang berpendapat pelibatan TNI dalam penanganan teror memundurkan demokrasi, saya tidak paham. Itu pendapat keliru. Ini amanah UU.Amanah konstitusi dimana TNI bisa dilibatkan dalam penanganan teror," ujar Presiden.

Kepala Negara menegaskan, negara tidak akan ragu-ragu dalam penanganan teror. Semua pihak, terutama TNI dan Polri harus sungguh-sungguh menjalankan peran dan tugas pokoknya dalam penanganan terorisme.

Kebijakan pemerintah dalam penanggulangan terorisme dilakukan dalam kerangka penegakan hukum. Oleh karena itu, Polri menjadi garda terdepan dalam penanganan terorisme. "Hanya saja, dari waktu ke waktu karakter dan sifat terorisme itu makin beragam mulai dari Bom Bali hingga yang terakhir, perlu pelibatan dari TNI. Dan itu sudah diamanatkan UU," katanya.


Aturan


Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan, TNI dapat melakukan penindakan terhadap seseorang yang ditengarai melakukan tindakan pidana terorisme.

"Bisa. TNI melakukan penindakan dengan tetap mengedepankan peran polisi," kata Juwono usai menghadiri penyematan Brevet Kehormatan Komando Pasukan Khusus kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Juwono menegaskan, keterlibatan TNI dalam operasi militer selain perang termasuk penanganan terorisme, harus dipertegas dalam sebuah aturan pelaksanaan yang merinci tugas dan peran TNI. "Harus tetap ada. Meski sekarang pun baik TNI-Polri telah dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan sangat baik di tingkat bawah," ujar dia.

Hal senada diungkapkan Kepala Polri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri yang mengatakan, aturan pelaksanaan tentang keterlibatan TNI harus tetap ada. Hal itu untuk menghindari keraguan dalam pelaksanaannya. Kapolri menegaskan, kerja sama TNI dan Polri dalam penanganan terorisme sudah berjalan baik. Bahkan, pada awal Oktober 2009 TNI dan Polri akan kembali menggelar latihan gabungan penanggulangan terorisme.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo mengatakan, sesuai UU No 34/2004, TNI dapat membantu Polri dalam operasi militer selain perang. Namun, dibutuhkan aturan pelaksanaan yang jelas. "Aturan pelaksanaan itu diperlukan, supaya tidak terjadi penumpukan aparat, tugas dan wewenang. Jadi, tetap perlu," tegas dia.

Kasad mengemukakan, selama ini koordinasi dan kerja sama antara TNI dan Polri masih sebatas saling berbagi informasi intelijen.


Terbuka


Sementara itu, dalam kesempatan itu, Presiden juga menyayangkan pendapat bahwa dalam menangani terorisme, Polri cenderung melakukan aksi yang melanggar Hak Azasi Manusia (HAM).

"Bagaimana mungkin, Polisi sudah menjalankan tugasnya dengan sangat terbuka. Yang terbukti bersalah ditangkap dan diproses hukum dan setiap kemajuan dalam penanganan teror selalu dilaporkan ke publik. Mana yang melanggar HAM," ujar Presiden.

Kepala Negara meminta semua pihak untuk berpikir jernih dalam menyikapi kebijakan yang diambil pemerintah, khususny dalam penanganan teror. "Di negara mana pun, yang demokratis atau bahkan yang lebih demokratis, semua unsur baik polisi maupun militer dilibatkan dalam penanganan teror," tutu SBY.

Pemerintah dan semua pihak harus dapat mencari dan mencapai titik temu antara penegakan hukum, keselamatan negara dan demokratisasi. Pemerintah, lanjut Yudhoyono, juga terus berupaya untuk memerangi segala hal yang ditengarai menjadi sumber atau akar munculnya teror seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan ketidakadilan.

"Dari tahun ke tahun pemerintah terus berupaya untuk mengurangi angka kemiskinan hingga tidak ada lagi keterbelakangan dan ketidakadilan. Pemerintah telah dan mengajak semua pihak untuk memerangi radikalisme, paham-paham ekstrem yang merupakan salah satu akar, penyebab terorisme," kata Presiden. (nov)

21/08/2009 22:53:34 WIB


Oleh Pamudji Slamet dan Novy Lumanauw

JAKARTAINVESOR DAILY

http://www.investorindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=67621&Itemid=