Senin, 08 Juni 2009

Batu Empedu, penyakit yang tersembunyi



Oleh Hilman Muchsin

Pada tgl 30 mei 2009, saya menjalani pengangkatang kandung Empedu di RSPI dengan prosedur kolesistektomi Laparoskopik atau yang sudah dikenal sebagai bedah Invansif minimal ( minimally invansive surgery )

Biasanya, seseorang diketahui menderita batu empedu pada saat menjalani medical check-up atau karena mengeluh nyeri perut dan mata ke-kuning2 an. Merekapun terkejut, selama ini tidak ada keluhan sama sekali kok ……tiba-tiba divonis mendertia batu empedu ?.

Selain merasa terkejut dan cemas, juga muncul berbagai pertanyaan,
" Dokter, bagaimana mungkin bisa terjadi, padahal selama ini saya sehat2 saja ?."
" Dokter, apa bahayanya batu ini bagi tubuh saya ?".
" Bagaimana caranya menghilangkan batu ini ? haruskah dioperasi ?"
" Bagaimana kalau diobati dengan cara lain saja tanpa harus operasi ?".
" Bagaimana cara mengeluarkan batu empedu ?".
" Apa resikonya kalau kandung Empedu sudah diangkat ?".
" Apa dan seberapa besar resiko terjadi komplikasi akibat tindakan bedah yang dilakukan ?".

" Apa akibatnya bila kandung empedu diangkat ?", dst
Sayangnya, karena berbagai alasan, tidak semua dokter mau menyediakan waktu untuk memberi kan penjelasan secara tuntas, padahal pasien umumnya merasa haus informasi atas penyakit yang dideritanya.

Rekans yang saya hormati, bersama ini saya berusaha mencari jawaban atas pertanyaan diatas dari dokter yang merawat dan mengoperasi saya dan juga dari nara sumberlainnya. Melalui tulisan ini semoga semua yang membacanya bisa mengambil hikmah nya.

Apa itu Batu Empedu ?

Penyakit batu empedu ternyata sudah dikenal sejak zaman Babylonia, kira-kira 2000 tahun sebelum masehi. Jadi penyakit batu empedu bukanlah penyakit baru. Hanya saja dengan semakin majunya teknologi kedokteran, penyakit batu empedu semakin mudah diungkap.

Batu empedu adalah salahsatu masalah kesehatan yang terjadi tanpa gejala. Hampir 50% penderita batu empedu tidak merasakan gejala apa-apa, 30% merasakan gejala nyeri dan 20% berkembang menjadi komplikasi. Sebagian besar penderita batu empedu, didiagnosa menderita maag dikarenakan rasa nyeri pada ulu hati, padahal secara anatomi empedu terletak pada perut sebelah kanan atas.

Saat ini jumlah penderita batu empedu ini cenderung meningkat karena perubahan gaya hidup, seperti misalnya banyaknya makanan cepat saji (fast food) yang dapat menyebabkan kegemukan yang merupakan faktor terjadinya batu empedu. Kandung empedu merupakan organ berbentuk buah pir kecil yang terletak di perut sebelah kanan dan tersembunyi di bawah hati, yang menyimpan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Ketika makan, kandung empedu akan menciut (kontraksi) dan mengeluarkan cairan empedu yang berwarna hijau kecoklatan ke dalam usus halus. Cairan empedu berguna dalam penyerapan lemak dan beberapa vitamin (vit. A,D, E, dan K).

Empedu merupakan campuran dari asam empedu, protein, garam kalsium, pigmen dan unsure lemak yang disebut kolesterol. Sebagian cairan empedu yang memasuki usus halus diteruskan dan dikeluarkan melalui feses. Kelainan utama kandung empedu adalah terbentuknya batu, yang terjadi karena perubahan secara kimiawi pada empedu. Batu ini terbentuk dari endapan kolesterol, pigmen bilirubin dan garam kalsium yang mengeras, namun paling banyak terbentuk dari kolesterol.
Bentuk dan warna batu empedu bermacam- macam. Dari kolesteol berwarna kuning dan mengkilat seperti minyak, batu dari pigmen bilirubin akan berwarna hitam dan keras atau berwarna coklat tua dan rapuh. Ukurannya bervariasi, dari yang kecil berupa seperti butiran pasir hingga sebesar batu kerikil tetapi biasanya berdiamteter 1-2 cm.

Penyebab terbentuknya batu empedu.

Unsur pembentukan batu empedu adalah koleterol dan kalsium. Lebih dari 90 % batu empedu adalah batu koleterol (komposisi kolesterol >50 %) atau bentuk campuran ( 20-50 % unsur kolesterol) dan siasanya 10 % adalah batu pigmen (unsur kasium dominan dan koleterol< 20%). Batu empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis.
Jadi komponen utama dari batu empedu adalah kolesterol, sebagian kecil lainnya terbentuk dari garam kalsium. Cairan empedu mengandung sejumlah besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan empedu menjadi jenuh karena kolesterol, maka kolesterol bisa menjadi tidak larut dan membentuk endapan di luar empedu.

Faktor Risiko

1. Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita daripada pria 3 : 1
Berlebihnya produksi estrogen akibat kehamilan, terapi sulih hormon, atau penggunaan pil KB dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam cairan empedu, sehingga, mudah terbentuk batu.

2. Usia lanjut, semakin meningkat usia seseorang, semakin besar risikonya untuk mengidap batu empedu.

3. Kegemukan (obesitas), bahwa kelebihan berat badan meningkatkan risiko batu empedu. Sebab kadar garam dalam cairan empedu berkurang, sementara kolesterol meningkat. Kegemukan merupakan faktor risiko terbesar batu empedu pada wanita.

4. Diet tinggi lemak, akibat pemakaian Obat-obatan penurun kolesterol malah bisa meningkatkan jumlah kolesterol yang dilepas ke dalam cairan empedu, maka bisa membuat terbentuknya batu empedu.

5. Faktor keturunan, sakit batu empedu seringkali merupakan penyakit keturunan dalam keluarga.

Patofisiologi

Sebagian besar batu empedu terbentuk di dalam kandung empedu dan sebagian besar batu di dalam saluran empedu berasal dari kandung empedu. Batu empedu bisa terbentuk di dalam saluran empedu jika empedu mengalami aliran balik karena adanya penyempitan saluran atau setelah dilakukan pengangkatan kandung empedu.
Batu empedu di dalam saluran empedu bisa mengakibatkan infeksi hebat saluran empedu (kolangitis), infeksi pankreas (pankreatitis) atau infeksi hati. Jika saluran empedu tersumbat, maka bakteri akan tumbuh dan dengan segera menimbulkan infeksi di dalam saluran. Bakteri bisa menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi di bagian tubuh lainnya.
Sebagian besar batu empedu dalam jangka waktu yang lama tidak menimbulkan gejala, terutama bila batu menetap di kandung empedu. Kadang-kadang batu yang besar secara bertahap akan mengikis dinding kandung empedu dan masuk ke usus halus atau usus besar, dan menyebabkan penyumbatan usus (ileus batu empedu).
Yang lebih sering terjadi adalah batu empedu keluar dari kandung empedu dan masuk ke dalam saluran empedu. Dari saluran empedu, batu empedu bisa masuk ke usus halus atau tetap berada di dalam saluran empedu tanpa menimbulkan gangguan aliran empedu maupun gejala.

Gejala dan Tanda

Banyak pasien yang tak sadar dirinya sering mengeluh sakit maag, padahal sebenarnya mengalami sakit batu empedu. "Faktanya, gejala sakit batu empedu memang mirip sekali dengan sakit maag. Tak sedikit penderita kerap bolak-balik ke dokter dan diberi obat maag, tapi tak kunjung membaik, Hal itu dapat terjadi karena keluhan dirasakan di tempat berdekatan, yakni lambung dan kantong empedu, di mana keduanya terletak di ulu hati. Jika salah satu organ ini mengalami peradangan, rasanya hampir sama. "Orang banyak mengira maag dan kembung. Tetapi setelah beberapa kali pemeriksaan ternyata ada batu di kantung atau saluran empedunya.

Jika batu empedu secara tiba-tiba menyumbat saluran empedu, maka penderita akan merasakan nyeri. Nyeri cenderung hilang-timbul dan dikenal sebagai nyeri kolik. Timbul secara perlahan dan mencapai puncaknya, kemudian berkurang secara bertahap. Nyeri bersifat tajam dan hilang-timbul, bisa berlangsung sampai beberapa jam. Lokasi nyeri berlainan, tetapi paling banyak dirasakan di perut atas sebelah kanan dan bisa menjalar ke bahu kanan.

Penderita seringkali merasakan mual dan muntah. Jika terjadi infeksi bersamaan dengan penyumbatan saluran, maka akan timbul demam, menggigil dan sakit kuning (jaundice). Biasanya penyumbatan bersifat sementara dan jarang terjadi infeksi.
Nyeri akibat penyumbatan saluran tidak dapat dibedakan dengan nyeri akibat penyumbatan kandung empedu. Penyumbatan menetap pada duktus sistikus menyebabkan terjadinya peradangan kandung empedu (kolesistitis akut). Batu empedu yang menyumbat duktus pankreatikus menyebabkan terjadinya peradangan pankreas (pankreatitis), nyeri, jaundice dan mungkin juga infeksi.
Kadang nyeri yang hilang-timbul kambuh kembali setelah kandung empedu diangkat, nyeri ini mungkin disebabkan oleh adanya batu empedu di dalam saluran empedu utama.
"Batu empedu berukuran kecil lebih berbahaya dibanding batu berukuran besar. Karena yang kecil berpeluang berpindah tempat atau berkelana ke tempat lain dan memicu masalah lainnya,"

Sakit batu empedu yang dialami penderita Asia dan Barat dipicu oleh penyebab berbeda. Riset menunjukkan, penyakit batu empedu di Asia umumnya disebabkan infeksi di saluran pencernaan, sementara di Barat dipicu empat faktor risiko, yakni jenis kelamin wanita, usia di atas 40 tahun, diet tinggi lemak, dan kesuburuan.

Di Asia termasuk Indonesia, faktor pencetus infeksi dapat disebabkan kuman yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Infeksi bisa merambat ke saluran empedu sampai ke kantung empedu. "Di Indonesia, penyebab yang paling utama bukan karena lemak atau kolesterol, tetapi akibat infeksi-infeksi di usus. Infeksi ini menjalar tanpa terasa menyebabkan peradangan pada saluran dan kantung empedu sehingga berakibat cairan yang berada di kantung empedu mengendap dan menimbulkan batu,"
Infeksi yang terutama menyebabkan batu empedu, kata Rino, adalah tifoid atau sakit tifus. "Tifus itu kumannya muara atau teramilan terakhir di akntong empedu dapat menyebabkan peradangan lokal di situ yang tidak dirasakan pasien tidak merasa sakit atau demam,".

Kebiasaan pasien untuk tidak meneruskan obat antiobiotik hingga tuntas juga dapat memicu timbulnya batu empedu. Kuman akan terus berada di kantung empedu karena dalam siklus perjalanannya akan bermuara di kantung empedu. "Oleh sebab itu, antibiotik harus dihabiskan supaya kuman di kantong empedu benar-benar habis,"

Komplikasi

Komplikasi yang mungkin segera terjadi adalah:
* Perdarahan
* Peradangan pankreas (pankreatitis).
* Perforasi atau infeksi saluran empedu.
Pada 2-6% penderita, saluran menciut kembali dan batu empedu muncul lagi.

Pencegahan

Karena komposisi terbesar batu empedu adalah kolesterol, sebaiknya menghindari makanan berkolesterol tinggi yang pada umumnya berasal dari lemak hewani.
Sebagai informasi, ada perbedaan mencolok dalam hal angka kejadian batu empedu : di Okinawa dan di Amerika serikat. Di Okinawa, angka kejadian hanya 4 %, sementara di Amerika Serikat mencapai tigakalinya (11,9%). Apa yang membedakannya ? Masyarakat Okinawa lebih banyak mengkonsumsi rumput laut, sayur2 an yang kaya akan serat dan makanan laut yang banyak mengandung Omega-3. Jenis-jenis makanan tersebut bermanfaat untuk mencegah pembentukan batu kolesterol. Sementara masyarakat Amerika Serikat genar mengkonsumsi protein Hewani yang cenderung meningkatkan kolesterol dan kegemukan. Semua ini berpotensi meningkatkan resiko terbentuknya batu kolesterol.

Penatalaksanaan medis


Jika tidak ditemukan gejala, maka tidak perlu dilakukan pengobatan. Nyeri yang hilang-timbul bisa dihindari atau dikurangi dengan menghindari atau mengurangi makanan berlemak.

Batu kandung empedu

Jika batu kandung empedu menyebabkan serangan nyeri berulang meskipun telah dilakukan perubahan pola makan, maka dianjurkan untuk menjalani pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi). Pengangkatan kandung empedu tidak menyebabkan kekurangan zat gizi dan setelah pembedahan tidak perlu dilakukan pembatasan makanan.
Kolesistektomi laparoskopik mulai diperkenalkan pada tahun 1990 dan sekarang ini sekitar 90% kolesistektomi dilakukan secara laparoskopi. Kandung empedu diangkat melalui selang yang dimasukkan lewat sayatan kecil di dinding perut.

Jenis pembedahan ini memiliki keuntungan sebagai berikut:
* Mengurangi rasa tidak nyaman pasca pembedahan.
* Memperpendek masa perawatan di rumah sakit.

Teknik lainnya untuk menghilangkan batu kandung empedu adalah:
* Pelarutan dengan metil-butil-eter.
* Pemecahan dengan gelombang suara (litotripsi).
* Pelarutan dengan terapi asam empedu menahun (asam kenodiol dan asam ursodeoksikolik).

Batu saluran empedu

batu saluran empedu bisa menyebabkan masalah yang serius, karena itu harus dikeluarkan baik melalui pembedahan perut maupun melalui suatu prosedur yang disebut endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP). Pada ERCP, suatu endoskop dimasukkan melalui mulut, kerongkongan, lambung dan ke dalam usus halus.
Zat kontras radioopak masuk ke dalam saluran empedu melalui sebuah selang di dalam sfingter oddi. Pada sfingterotomi, otot sfingter dibuka agak lebar sehingga batu empedu yang menyumbat saluran akan berpindah ke usus halus. ERCP dan sfingterotomi telah berhasil dilakukan pada 90% kasus. Kurang dari 4 dari setiap 1.000 penderita yang meninggal dan 3-7% mengalami komplikasi, sehingga prosedur ini lebih aman dibandingkan pembedahan perut. ERCP saja biasanya efektif dilakukan pada penderita batu saluran empedu yang lebih tua, yang kandung empedunya telah diangkat.

Salam,
Hilman Muchsin

NB : “disclaimer” bahwa informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan dokter

Selasa, 26 Mei 2009

"Neoliberal" vs "Penguasaha"


Mengikuti perang propaganda memojokkan capres Boediono maka suasana menjelang "hamil tua" G-30-S sangat terasa dengan jargon setan dosa, setan kota, kapitalis yang sekarang diubah menjadi neoliberalisme sebagai momok paling mutakhir dari sekian banyak slogan yang diusung secara murahan. Dialog Kadin dengan capres menjadi ajang debat antara kelompok yang disebut neoliberal dan kelompok "penguasaha".

Kubu JK-Win mewakili aktor dwifungsi pengusaha yang terjun menjadi penguasa politik dan mantan jenderal yang mendominasi rezim dwifungsi Orde Baru. Duet Mega-Pro juga mengandung unsur pengusaha yang menjadi penguasa, karena Taufiq Kiemas mirip dengan Zardari, suami alm Benazir Bhutto. Sedangkan, Prabowo Subianto adalah letjen yang belum sempat berdwifungsi ketika diberhentikan dari jabatan Pangkostrad. Tapi, sekarang ia adalah pengusaha kelas global dengan aset terbesar di antara tiga petanding. SBY adalah jenderal yang sudah berdwifungsi jadi menteri, tapi tidak terlibat bisnis dan laporan aset terendah, bahkan lebih "miskin" dari Boediono.

LHKPN dari incumbent dan pelaku politik tampaknya masih imun dari audit tuntas termasuk laporan dana kampanye partai yang seharusnya mempermalukan seluruh bangsa, karena orang awam saja bisa merasa bahwa laporan itu lebih banyak bohongnya dari aslinya. Biaya iklan saja sudah bisa ditaksir jauh melampaui angka yang dilaporkan, tapi para auditor dan KPU hanya meneliti formalitas saja dan tidak menelusuri sampai tuntas realitas yang sebenarnya.

Kelemahan dari demokrasi pascareformasi setengah matang ialah mental elite kita masih tetap sama dengan zaman Orde Baru. Antasari, yang mengorbit menjadi seorang pahlawan, ternyata adalah makelar kasus yang mencampuradukkan politik antikorupsi dengan tebang pilih dan kejar setoran. Antasari hanya berani mengungkap kasus yang aman, tapi tidak berani melabrak seluruh gunung es korupsi yang hanya dipangkas ujungnya saja. Antasari adalah cermin kemunafikan kelas berat yang menghancurkan seluruh sendi moral, etika, dan citra elite politik Indonesia.

Antasari hanya berani terhadap mereka yang tidak punya backing, tapi ketika di belakang anggota DPR ada partai, ada oknum yang punya backing, politik terutama oligarki partai, maka nyali Antasari ciut. Resepnya lebih asyik memanipulasi kasus dengan para pelaku makelar secara aman dan menguntungkan dari segi finansial.

Indonesia memang mempunyai penyakit yang aneh. Selalu takut kepada incumbent, tapi begitu incumbent jatuh maka setiap orang keranjingan ingin mengganyang mantan incumbent. Politik masih dinilai sebagai duel hidup atau mati zaman gladiator Romawai, salah satu harus mati. Sedang di Barat, oposisi merupakan keniscayaan yang esensial. Ketua DPR Inggris mundur karena rasa malu dengan skandal pemborosan dan pemerasan uang negara oleh para anggota DPR secara menyakitkan moral dan hati nurani masyarakat. Indonesia sudah terlalu lama dihinggapi penyakit feodalisme dan otoriterisme yang tidak hanya membelenggu Soekarno dan Soeharto, tapi menyandera seluruh elite kita. Penguasa politik layak dan wajib kaya walaupun banyak juga yang berlagak miskin, menyembunyikan hartanya dengan memakai nama identitas anak cucu, kerabat, dan kroni.


Suu Kyi

Perlakuan penguasa junta terhadap Aung San Suu Kyi imerupakan peringatan keras agar Indonesia tidak mengulangi lagi rezim Orde Baru dengan praktik otoriter dan kebal hukum dari elite penguasa. Oleh karena itu, demokrasi harus dipertahankan dan duet SBY- Boediono jelas lebih menjanjikan secara demokratis ketimbang duet "penguasaha" yang lebih mirip kloning Orde Baru dengan kecenderungan otoriterisme dan rekam jejak sebagai penguasa militer yang membiarkan the rape of Jakarta secara mengenaskan.

India baru saja mengukuhkan kemenangan Partai Kongres dan Mammohan Singh akan melanjutkan kepemimpinan India sebagai salah satu motor mesin ekonomi dunia dari benua Asia. Kuwait baru saja memilih empat anggota parlemen wanita dari 50 orang yang mencerminkan kemenangan mainstream modernis. Sementara Netanyahu mulai mempertimbangkan solusi cepat pembentukan negara Palestina agar bisa segera menghadapi Iran yang dianggap lebih bebahaya dari Hamas.

Presiden Obama sendiri sedang mengalami pelbagai macam arus balik dari kelompok Republik, karena pelbagai kebijakan ekstrem
yang diambil Obama sangat menyentuh hakikat ideologis dari kelompok konservatif, bahkan mainstream rakyat AS. Misalnya, tentang hak bela diri dengan memiliki senjata api. Dunia tidak bisa diperintah hanya dengan iktikad baik seorang selebriti, tapi memerlukan kecanggihan diplomasi total untuk meyakinkan lawan agar tidak menafsirkan uluran tangan sebagai kelemahan.

Situasi di Asia Tengah wilayah Swat di segi tiga Afghanistan - Pakistan sudah sangat gawat. Taliban diperkirakan bisa menjadi penguasa Afghanistan dan Hamid Karzai tidak akan terpilih kembali. Pergolakan dunia itu pasti akan mempengaruhi situasi geopolitik, termasuk Asia Tenggara yang tidak sepi dari infiltrasi dan globalisasi teror dari Timur Tengah. Presdien Obama akan mengunjungi Mesir sebagai show of force diplomatik terhadap kekuatan Islam sedunia bahwa ia bisa serius dan tidak akan rela diperlakukan seperti Jimmy Carter dulu yang dipermalukan oleh Ayatollah Khomeini. Pergolakan geopolitik ini tetap dibayangi oleh krismon global, yang belum sepenuhnya pulih karena RRT juga masih merasa waswas dengan ketelanjuran ekspose dana surplusnya dalam dolar yang semakin terpuruk.

Di Tokyo, saya mempelajari bagaimana Jepang menderita akibat desakan revaluasi yen pada 1985 oleh G-5 pada The Plaza Accords,
sehingga Jepang mengalami the lost decade. Dunia memang menghadapi kenyataan bahwa kelas klik berkuasa selalu tidak akan rela melepaskan kekuasaan secara ikhlas. AS adalah imperium mirip Romawi yang harus mengakui dan merelakan bahwa dirinya sudah tidak mungkin lagi melanjutkan Pax Americana, karena AS sudah tidak berdaya saing di sektor industri manufaktur dan hanya dominan secara licik dalam sektor finansial derivatives yang memangsa sektor riil, dana surplus tabungan global dalam lumpur fiktif saham yang kehilangan nilai riilnya.

Dunia abad XXI tidak mungkin lagi didominasi oleh Pax Chauvinis, ekstremis, dari bangsa manapun maupun ideologi apapun, karena begitu suatu ideologi menjadi absolut maka akan korup dan tidak berdaya saing dan pasti akan menghadapi tantangan dari kekuatan lain yang lebih kuat dan tangguh.

Sejak 1500, dunia mengenal Pax Hispanica, karena Spanyol menjarah Amerika Latin dan menikmati harta karun emas perak dari Peru, tapi akibatnya Spanyol terjerat inflasi dan tidak produktif. Belanda menggantikannya menjadi imperium terkaya, Pax Neerlandica, dengan monopoli perdagangan Nusantara sebagai harta karunnya. Ini digusur oleh Inggris dengan revolusi industri yang secara fair dan meritokratis menempatkan Inggris sebagai pemimpin dunia di bawah Pax Britannica sejak 1776. Perhatikan bahwa walaupun AS merdeka, Inggris tetap dominan dan baru mulai digeser oleh AS setelah Perang Dunia I. Pax Americana ini sebetulnya sudah rapuh ketika Nixon menyatakan tidak bersedia menukar dolar dengan emas yang dihentikan konvertabilitasnya pada 15 Agustus 1971 pada harga US$ 34 per 1 ons. AS tidak bisa menjadi polisi dunia dan membiayai perang, serta mulai defisit neraca perdagangan dan APBN-nya.


Lima Besar

Indonesia dalam pasang surut Pax Neerlandica, Britannica dan Americana sering menyia-nyaikan peluang, karena visi kepemimpinan yang kurang responsif, sehingga sudah merdeka hampir 65 tahun tetap saja seperti balita, taman kanak kanak, seperti sindiran Gus Dur terhadap anggota DPR.

Indonesia harus menjadi negara yang masuk dalam lima besar, karena Belanda saja bisa jadi imperium terkaya melalui VOC. Sedang rezim lokal Indonesia malah dibajak, disandera oleh elite yang bermental Wilheilmina sawo matang, menjajah rakyatnya sendiri dengan tingkat korupsi yang lebih sadis dari VOC dan Hindia Belanda. Akibatnya, RI malah terpuruk di tangan rezim nasional yang terbajak di tangan elite yang tega membunuhi rakyat sendiri.

Peringatan Boediono di Bandung 15 Mei sangat tepat, bahwa keterpurukan RI bukan karena jajahan asing, melainkan oleh jajahan bangsa sendiri selama 50 tahun, oleh diktator yang tidak mampu melindungi rakyatnya sendiri. Semua sibuk memperkaya diri untuk tujuh turunan dan membunuh lawan politik serta mengucilkan sesama elite, seperti Myanmar memperlakukan Aung San Suu Kyi. Jangan sampai Pemilihan Presiden 8 Juli malah memilih sistem dan rezim "penguasaha" model VOC
yang mengatasnamakan rakyat, hanya memperkaya diri sendiri dengan harta triliunan.

Rakyat hanya diperalat namanya untuk teori ekonomi kerakyatan, tapi "penguasaha" mencaplok dan membajak kepentingan nasional di bawah kepentingan bisnis keluarga, kroni, dan kerabat "penguasaha".

Pilihan bagi rakyat Indonesia jelas, apakah terperangkap dalam jebakan iklan "penguasaha" atau mempercayai iktikad baik dan rekam jejak teknokrat yang tidak punya konflik kepentingan sedikit pun dalam amburadulnya pengusaha terjun ke politik menjadi penguasa dengan sikap mental mau memonopoli bisnis dan kepentingan perusahaan untuk tujuh turunan.

Indonesia bisa jadi negara kaya raya di bawah pemerintahan yang mengarahkan seluruh rakyat untuk bermeritokrasi. Indonesia bisa tetap mskin, tapi elite penguasanya kaya-raya triliunan, sedang rakyatnya tetap miskin dan hanya dicatut namanya dalam pidato ekonomi rakyat yang klise dan palsu. Rekam jejak, sejarah, dan latar belakang para capres dan cawapres harus diteliti agar tidak salah memilih presiden dan wapres. Juga harus diperhatikan perubahan geopolitik yang bisa mempengaruhi ke arah mana tujuan Indonesia. Jangan sampai negeri ini
menjadi seperti Pakistan, yang terancam menjadi failed state.


oleh : Christianto Wibisono, pengamat masalah nasional dan internasional

Minggu, 24 Mei 2009

KOTAKU, JAKARTAKU


Jakarta, kota metropolitan kebanggaan bangsa Indonesia. Sebuah kota yang menjadi barometer kemajuan bangsa. Pusat perkembangan dan pembangunan di Indonesia, di mana kemajuan teknologi menjadi andalannya.

Jakarta sebagai pusat pemerintahan memiliki berbagai jenis lapangan pekerjaan dalam berbagai bidang. Keadaan tersebut menyebabkan banyaknya orang yang ingin mengadu nasib ke Jakarta. Dengan harapan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Namun, jumlah kaum urban yang datang tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan dan kapasitas pemukiman kota yang terbatas.

Provinsi DKI Jakarta mempunyai luas daratan 661,52 km2. Jumlah penduduk Provinsi DKI Jakarta 9,041 juta jiwa dengan kepadatan penduduk 13.667,01 jiwa per km2. Selain itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI, angka pengangguran di DKI Jakarta hingga bulan Agustus 2008 tercatat 580.510 orang dari total angkatan kerja yang mencapai 4,77 juta orang.

Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa Jakarta memiliki kepadatan panduduk yang tinggi. Kepadatan penduduk yang tinggi inilah yang kemudian menimbulkan berbagai dampak negatif pada kenyamanan ibukota. Masalah kependudukan muncul bertubi-tubi. Keadaan yang memicu terjadinya konflik sosial dalam masyarakat. Dari sekian banyak masalah yang melanda Jakarta, salah satu masalah yang paling fatal adalah kemacetan.

Seperti yang kita ketahui, Jakarta sangat identik dengan macet. Lalu lintas kota terhambat karena banyaknya kendaraan yang melintas di jalan. Setiap hari bertambah kendaraan baru di Jakarta sebanyak 1.127 yang terdiri 236 mobil dan 891 motor. Padahal jumlah kendaraan saat ini saja sudah mencapai 5,7 juta. 98,5% adalah kendaraan pribadi dan hanya 1,5% angkutan umum. Ditambah lagi, kepribadian orang Indonesia cenderung tidak sabar dan mengabaikan peraturan. Maka, tidak heran kalau kemacetan berujung konflik dan kecelakaan.
Selama tahun 2008, Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya mencatat 5.437 kasus kecelakaan. Adapun jumlah korban luka berat mencapai 2.443 orang, korban luka ringan 4.029 orang, korban tewas 1.080 orang, dan kerugian materil sejumlah Rp12.584.735.000,00.

Selain menimbulkan dampak sosial, kemacetan juga menimbulkan dampak ekologis. Saat ini Jakarta menempati peringkat ketiga kota yang memiliki kadar polusi udara dan tingkat kemacetan terburuk di dunia setelah Mexico City dan Bangkok. Ironisnya, 80 persen polusi udara di Jakarta dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Polusi udara sendiri sangat berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, banyak sekali warga Jakarta yang terjangkit penyakit tuberkulosis (TBC), pneumonia, bronkitis, emfisema, asma bronchiale, serta beberapa penyakit pernapasan lain.

Inikah wajah Jakarta yang kita banggakan? Keadaan yang sangat memilukan. Kota kebanggan Indonesia dicap sebagai sumber penyakit dan kecelakaan. Dapatkah kita hidup dengan nyaman dalam keadaan seperti ini?
Jawabannya adalah tidak. Kita tidak bisa selamanya hidup dalam ketakutan akan penyakit dan kondisi lalu lintas yang berbahaya. Dua masalah tersebut sangat menggangu warga untuk mencapai tujuannya di Jakarta, yaitu untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Efek yang ditimbulkan oleh kemacetan.

Lalu, bagaimana cara untuk menanggulangi kemacetan di Jakarta?
Inti dari kemacetan adalah ketaatan masyarakat terhadap peraturan. Pemerintah sendiri kurang tegas untuk mengatasi masalah ini. Berikut ini adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk menanggulangi kemacetan dan dampaknya bagi masyarakat.

Pertama, membatasi kendaraan yang dapat digunakan di Jakarta. Pembatasan ini dilakukan berdasarkan usia kendaraan. Misalnya, usia kendaraan maksimal yang dapat masuk ke Jakarta adalah buatan tahun 1990. Dengan kebijakan tersebut, kendaraan-kendaraan tahun tua seperti tahun 70-an dan 80-an tidak boleh masuk ke Jakarta. Tidak hanya kendaraan pribadi, tetapi juga kendaraan umum. Kebijakan ini tidak hanya memperhatikan jumlah kendaraan yang akan berkurang, tetapi juga memerhatikan tingkat polusi yang akan berkurang di udara. Pasalnya, kendaraan tua cenderung “menyumbangkan” polusi udara lebih banyak. Maka, kebijakan ini tidak hanya dapat mengurangi kemacetan, tetapi juga mengurangi polusi udara.

Kedua, mempekerjakan aparat (SDM) yang berkualitas untuk menangani lalu lintas. Ketertiban lalu lintas tidak terlepas dari peran aparat. Namun, saat ini peran aparat dalam mengendalikan kelancaran lalu lintas belum efektif. Masih banyak pengendara nakal yang melanggar lalu lintas, seperti menyerobot lampu merah yang memicu terjadinya kecelakaan. Polisi lalu lintas menyelesaikan masalah pelanggaran hanya dengan uang. Oleh karena itu, para pelanggar berpikir bahwa segala pelanggaran dapat diselesaikan dengan uang. Padahal, semua itu telah diatur oleh hukum yang berlaku. Maka, aparat yang tidak bertanggung jawab harus ditindak tegas dengan cara menggantikannya. Selain itu, pengawasan yang ketat terhadap aparat perlu dilakukan. Dengan begitu, lalu lintas akan menjadi lebih tertib.
Ketiga, melakukan pembersihan terhadap pedagang kaki lima, pengemis, dan gelandangan. Keberadaan mereka jelas sangat mengganggu, terutama di lampu merah. Mereka dapat menghalangi kendaraan yang melintas dan mengganggu keamanan dan kenyamanan. Tetapi, pembersihan ini juga harus memperhatikan nasib mereka. Misalnya, pedagang kaki lima harus diberikan lokasi khusus yang strategis untuk berdagang.

Pemerintah memberikan kebijakannya. Namun, semua itu tidak akan berhasil tanpa peranan dan dukungan masyarakat. Banyak yang dapat kita lakukan untuk mengurangi kemacetan. Hal-hal kecil yang dapat membawa perubahan besar bagi Jakarta.

Budayakan berjalan kaki setiap hari. Jangan gunakan kendaraan hanya untuk menuju ke tempat yang jaraknya tidak terlalu jauh. Selain mengurangi kemacetan, berjalan kaki juga baik untuk kesehatan. Pemerintah telah menyediakan trotoar dan jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki. Tentunya kita tidak ingin fasilitas tersebut sia-sia, bukan?

Gunakan kendaran umum sebagai sarana transportasi dalam kota. Saat ini, Jakarta memiliki Busway sebagai sarana transportasi unggulan yang tidak diragukan lagi kenyamanannya. Biaya tiket Busway juga sangat terjangkau. Maka, Busway merupakan sarana transportasi ideal yang telah menjangkau hampir seluruh wilayah Jakarta. Lalu, bagaimana dengan kendaraan pribadi kita? Kendaraan pribadi dapat digunakan untuk menempuh perjalanan jauh, seperti perjalanan luar kota.
Ingin solusi yang lebih cepat daripada berjalan kaki? Gunakan sepeda. Sepeda tidak hanya menghindarkan kita dari kemacetan, tetapi sepeda juga merupakan kendaraan ramah lingkungan yang baik untuk kesehatan. Di Jakarta telah terdapat komunitas sepeda, yaitu Bike to Work.

Sebagai warga Jakarta, kita harus ikut serta menjaga kota kita. Ketertiban dan kepedulian kita akan menjadikan Jakarta sebagai kota yang nyaman. Lihatlah ibukota Malaysia! Tidak ada kemacetan, yang ada hanyalah jalanan yang tertib dan tertata rapi. Karena kondisi ibukota merupakan cermin kepribadian dan kemajuan bangsa.

Ayo biasakan tertib berlalu lintas! Taati peraturan, tingkatkan toleransi dan kesadaran diri. Lakukan perubahan untuk Jakarta yang lebih baik. Kotaku, Jakartaku. Sebuah ungkapan yang mengandung arti memiliki, menjaga, dan kebanggaan. Demi satu hal, yaitu mewujudkan Jakarta sebagai kota yang pantas dibanggakan.

Esti Maharini - SMA Negeri 68 Jakarta

Do It Before Tomorrow Comes



If you’re mad with someone,and nobody’s there to fix the situation…You fix it .
Maybe today, that person still wants to be your friend .
And if u don’t, tomorrow can be too late .

If you’re in love with somebody ,but that person doesn’t know… tell her/him.
Maybe today, that person is also in love with you .
And if you don’t say it,tomorrow can be too late .

If you really want to kiss somebody… kiss her/him.
Maybe that person wants a kiss from you, too .
And if you don’t kiss her/him today, tomorrow can be too late .

If you still love a person that you think has forgotten you… tell her/him.
Maybe that person have always loved you.
And if you don’t tell her/him today , tomorrow can be too late.

If you need a hug of someone…ask her/him for it.
Maybe they need it more than you do.
And if you don’t ask for it today, tomorrow can be too late.

If you really have friends who you appreciate… tell them.
Maybe they appreciate you as well.
That if you don’t and they leave or go far away today , tomorrow can be too late.

If you love your parents, and never had the chance to show them…do it .
Maybe you have them there to show them how you feel.
That if you don’t and they leave today , then tomorrow can be too late.

Value your time!


Jack baru saja mendapatkan pelajaran berharga.

Ia membuka sebuah kotak keemasan dan ia mendapati di dalamnya sesuatu yang sangat berharga juga secarik kertas yang sangat berkesan.

Waktu kecil ia tinggal bersama ibunya di sebuah kota kecil. Ia bertetangga dengan seorang duda yang istrinya sudah meninggal. Duda itu tidak mempunyai anak dan hanya tinggal sendiri. Pria malang itu melihat Jack bertumbuh dari seorang anak-anak, sampai kencan pertamanya, lulus dari kuliah, bekerja dan menikah. Jack adalah seorang pekerja keras yang gila kerja.

Ia bahkan tidak ada waktu untuk putrinya dan istrinya. Setelah ia menikah, ia dan keluarganya tidak lagi tinggal di sebelah rumah pria tua itu. Mereka pindah.

Suatu hari Jack mendapat telepon dari ibunya, “Ingat Pak Belser? Ia meninggal dunia hari Selasa lalu. Pemakamannya hari Kamis pagi.”

Kenangan masa kecilnya berseliweran dalam dirinya.

Ia mengenang kembali masa-masa kecilnya dengan Pak Belser.

“Halo?” suara ibunya membangunkannya.

“Iya bu, aku akan ke sana hari Rabu,” kata Jack

“tapi kupikir Pak Belser sudah lupa tentang diriku.”

“Oh tidak, Jack,” kata ibunya, “Pak Belser selalu ingat padamu.

Ia ingat akan hari-hari di mana kamu main-main di balik pagar rumahnya dan hari ketika kamu duduk di pangkuannya ketika istrinya meninggal.”

“Beliau orang pertama yang mengajariku ilmu pertukangan. Tanpa beliau, aku tidak akan mungkin terjun ke usaha ini.” kata Jack.

Sesibuk-sibuknya Jack, ia kemudian mengatur ulang jadwalnya di hari Rabu dan Kamis. Ia menghargai Pak Belser seperti ayahnya sendiri dan ia sangat ingin ada di sana ketika pemakamannya.

Hari Rabu malam ia tiba di kampung halamannya. Ia dan ibunya kemudian berjalan ke rumah Pak Belser untuk terakhir kalinya. Di beranda, ia mengintip ke dalam rumah Pak Belser.

Terbesit banyak kenangan tentang masa kecilnya. Sofa yang sering ia duduk, meja makan di mana ia pernah memecahkan piring, telepon di sudut ruangan dan hey…

Jack terdiam sejenak.

“Kotak emas di ujung meja itu hilang!” seru Jack.

Ibunya bingung. Segera Jack menjelaskan tentang kotak emas di ujung meja itu. Ukurannya tak lebih dari satu jengkal orang dewasa dan bercat emas di luarnya. “Pak Belser selalu mengatakan itu miliknya paling berharga dan akan diberikan kepada seseorang yang layak menerimanya. Tapi setiap kali aku menanyakan isinya, ia selalu menjawab ‘Pokoknya berharga deh’.”

Dan sekarang kotak emas itu sudah tidak ada lagi. Dugaan Jack, mungkin diambil oleh seorang keluarga jauhnya.

Dua minggu kemudian setelah pemakaman, seorang kurir mengantarkan sebuah paket untuk Jack. Nama Jack tertulis di atas paket itu dengan tulisan yang sangat sulit dibaca. Jack membuka paket itu… Di dalamnya ada sebuah kotak emas (persis seperti kotak emas Pak Belser yang hilang itu) dan sepucuk surat .

Jack membaca surat itu,

“Setelah kepergianku, tolong sampaikan kotak ini kepada Jack Bennet. Ini adalah harta paling berharga yang kumiliki.” Sebuah kunci ada dalam amplop itu, kunci untuk membuka kotak itu. Hatinya bergetar, tanpa sadar ia menangis terharu, Jack perlahan membuka kotak itu. Di dalamnya dia menemukan sebuah jam saku yang indah yang terbuat dari emas. Dengan perlahan Jack membuka jam itu.

Di dalamnya terukir kata-kata yang tak pernah ia lupakan seumur hidupnya,

“Terima kasih, Jack, untuk waktumu. Ini saya berikan jam untukmu, sesuatu yang paling berharga bagiku. Harold Belser.”

“Yang ia hargai dariku adalah… waktuku.” serunya perlahan.

Ia menggenggam jam itu beberapa saat. Kemudian ia menelepon sekertarisnya dan membatalkan semua janjinya untuk dua hari ke depan. “Mengapa?” tanya Janet, sekertarisnya.

“Aku ingin menghabiskan waktu untuk keluargaku,” kata Jack, “dan Janet, terima kasih untuk waktumu.”

Sobat, di dunia ini ada dua hal yang tidak bisa ditarik kembali: itu adalah perkataan dan waktu. Waktu yang sudah lewat tidak akan bisa dikembalikan lagi. Waktu tidak bisa dipaksa mundur, tidak bisa diperlambat dan juga tidak bisa dipercepat. Waktu akan terus bergerak maju dengan kecepatan konstan.

Kita tidak akan bisa kembali ke masa kanak-kanak.

Kita tidak bisa mengulang satu peristiwa yang sama di waktu itu.

Sudahkah Anda memberi waktu pada diri Anda dan sesama Anda ?

Sudahkah orang lain menghargai waktu yang telah Anda korbankan kepada mereka ?

Posted by Administrator in V (Thursday February 19, 2009 at 10:02 pm)
Diposkan oleh hilman di 02:39

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggunakan teropong dari tengah jembatan untuk melihat pembangunan Jembatan Suramadu, Jumat (22/5).


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap, empat kabupaten di Madura, Jawa Timur (Jatim) berubah setelah jembatan nasional Suramadu (Surabaya-Madura), mulai dioperasikan 10 Juni mendatang.

"Namun, industrialisasi yang akan masuk jangan sampai mengubah nilai-nilai agamis dalam sosio kultural di daerah ini," kata Presiden Yudhoyono ketika meninjau jembatan nasional ini Jumat (22/5). Turut mendampingi saat peninjauan adalah Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan Gubernur Jatim Soekarwo.

Menurut Presiden, dengan selesainya Suramadu, tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Madura di empat kabupaten, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Jatim. Bagi masyarakat Madura, keberadaan jembatan ini diharapkan juga memberi nilai tambah berlipat. Jembatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan pengembangan.

Dengan selesainya pembangunan Suramadu yang pencanangan pertama dilakukan Presiden Megawati pada 23 Agustus 2003, Kepala Negara minta kepada Menteri Pekerjaan Umum agar berkoordinasi dengan Gubernur Banten dan Lampung, mengkaji terhadap rencana pembangunan jembatan serupa di daerah tersebut, yakni di Selat Sunda.


Hampir Selesai

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, AG Ismail dalam paparannya mengatakan, proses pembangunan Suramadu sekarang sudah mencapai 98,81 persen. Pengerjaan yang tinggal sedikit dititikberatkan pada pengaspalan, dan pengecoran sebagian ruas.

Panjang jembatan 5,4 kilometer (km), meliputi causeway sisi Surabaya 1,4 km, sisi Madura 1,8 km. Sedangkan untuk bentang tengah, panjang 2,1 km terdiri dari approach bridge masing-masing 672 meter dan main bridge 818 meter. Sedangkan, panjang pendekat Surabaya 4,35 km dan sisi Madura 11,50 km. [080]

Belum Optimal Digunakan



Sejak April 2008, pemerintah mengeluarkan skema terbaru formulasi tarif interkoneksi berbasis biaya. Dengan aturan baru tersebut, tarif telepon diharapkan turun drastis hingga bisa mencapai 40 persen. Setahun kemudian, tarif telepon seluler (ponsel) Indonesia pada 2008 tercatat menempati posisi paling murah di Asia dengan harga sekitar 0,015 dolar AS per menit.

"Kalau sebelumnya (2005) Indonesia dalam kategori termahal di Asia setelah China, dengan tarif sebesar 0,15 dolar AS per menit, pada tahun 2008 menjadi negara bertarif termurah dengan harga 0,015 dolar AS per menit," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Salah satu lembaga perbankan internasional Deutsche Bank pun memberikan apresiasi tersebut. Lembaga ini pernah melakukan survei atas tarif seluler sejumlah operator di dunia.

Skema baru yang ditetapkan sejak April 2008 pun mendorong penurunan tarif dan menjadi referensi operator untuk menurunkan tarif ritel. Jika benar klaim pemerintah bahwa tarif ponsel Indonesia sebagai salah satu yang termurah di Asia, yakni 0,015 dolar AS per menit, lalu apakah dengan tarif itu sudah membantu meningkatkan produktivitas masyarakat? Ataukah malah membuat masyarakat semakin tidak produktif dengan gaya konsumtif yang hanya memanfaatkan fasilitas layanan suara maupun pesan singkat (SMS)?

Menurut Direktur Marketing Indosat Guntur S Siboro, sejak diturunkannya tarif interkoneksi oleh pemerintah pada 1 April 2008 lalu, pola penggunaan ponsel masyarakat Indonesia berubah drastis. Bila dulu sebelum adanya penurunan tarif, orang bertelepon menggunakan ponsel sekitar 50 detik sampai satu menit. Setelah tarif turun, penggunaannya bisa melonjak hingga 30 menit.

"Dampak penurunan tarif seluler di Indonesia memang sangat dirasakan masyarakat, terutama dalam hal lama waktu berbicara. Dulu, orang paling lama berbicara sekitar satu menit, tapi sekarang bisa sampai 30 menit, bahkan lebih," kata Guntur kepada SP di Jakarta, Selasa (28/4).

Guntur mengakui, memang masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memanfaatkan murahnya tarif seluler tersebut secara baik. Banyak yang tidak efektif dan tidak untuk kegiatan produktif. "Memang perbandingannya masih lebih banyak yang mengggunakannya hanya untuk ngobrol hal-hal yang tidak penting, seperti pacaran atau ngerumpi dengan teman- teman," kata Guntur.

Dikatakan, masyarakat harus lebih bijaksana memanfaatkan tarif murah karena penggunaan yang tidak efektif juga mengganggu lalu lintas komunikasi bagi yang ingin memanfaatkan untuk hal yang lebih urgent. "Kalau orang banyak berlama-lama nelpon, otomatis kan trafiknya akan padat," ujarnya.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno menjelaskan bahwa visi Telkomsel adalah mendorong life style (gaya hidup) masyarakat dalam arti yang positif.

"Kita setuju atas himbauan untuk memanfaatkan sarana telepon secara lebih efektif agar kapasitas jaringan bisa lebih didayagunakan bagi masyarakat yang belum terjangkau infrastruktur telepon dan memanfaatkannya lebih produktif. Apalagi di masa krisis seperti saat ini," ujar Sarwoto saat dihubungi melalui ponselnya.

Sarwoto berharap konsumen akan memilih berdasarkan mutu layanan, bukan hanya berdasarkan tarif murah.


Edukasi

Hal ini diakui Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono. Menurutnya, segmentasi pasar di Indonesia terlalu besar, maka tidak heran kalau sekarang masyarakat Indonesia banyak yang tidak produktif dalam memanfaatkan tarif seluler yang murah.

"Sekarang, dari segala lapisan masyarakat sudah memakai ponsel. Dari tukang sayur sampai direktur bank sudah pakai ponsel. Dan setiap segmen itu memiliki cara pandang yang berbeda dalam memanfaatkan tarif murah," ujar Nonot kepada SP.

Harusnya, lanjut Nonot, operator juga ikut mengingatkan masyarakat soal penggunaan ponsel yang lebih efektif.

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto mengatakan, penurunan tarif seluler saat ini sudah sangat membantu masyarakat dari sisi keterjangkauan. Semua lapisan masyarakat bisa menikmati tarif yang murah untuk berkomunikasi.

"Dengan tarif seluler yang murah sekarang, kita sudah bisa memuaskan semua lapisan masyarakat dan memenuhi barbagai kepentingan mereka," ujar Gatot S di Jakarta, Selasa (28/4).

Sekarang, lanjut Gatot, para operator harus bisa mempertahankan kualitas layanan.

Gatot mengakui ketidakefektifan penggunaan tarif telekomunikasi yang murah. Tapi hal itu merupakan kecenderungungan orang Indonesia yang memanfaatkan secara maksimal penawaran apa saja jika dianggap menguntungkan.

"Tidak hanya soal tarif telepon kok, program diskon dari produk mana saja pasti langsung diserbu masyarakat," imbuhnya.

Tapi hal itu, lanjut Gatot, akan tetap menjadi perhatian pemerintah. Sebagai regulator, pemerintah akan menjalankan fungsi kontrol dengan lebih banyak melakukan edukasi pada masyarakat soal penggunaan ponsel yang lebih efektif dan produktif.

"Sebenaranya, selama ini kita sudah melakukannya, tapi mungkin tertutup dengan berita-berita isu yang lebih besar, makanya tidak banyak yang tahu," pungkasnya. [HBS/H-12]