Kamis, 09 Juli 2009

BPJT Siapkan Perubahan PPJT



Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tengah menyiapkan perubahan klausul dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) untuk memberikan kepastian dalam pengusahaan jalan tol.

"Kami dari BPJT mengusulkan biaya pembebasan tanah dikeluarkan dari perjanjian (PPJT)," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Nurdin Manurung, di Jakarta, Rabu, dalam seminar yang diselenggarakan Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI).

Menurutnya, selama ini risiko pembebasan tanah menjadi salah satu alasan keberatan dari investor dalam menyelesaikan pembangunan jalan tol yang hak konsesinya sudah diberikan.

Nurdin mengakui, pembangunan tol Depok-Antasari yang mengalami kesulitan karena harga tanah yang seharusnya Rp 770 miliar ternyata melonjak sampai Rp 1,8 triliun, sehingga pembangunannya tidak layak lagi secara bisnis untuk dilanjutkan.

Investor Depok-Antasari, PT Citrawaspputowa menyatakan keberatan akibat membengkaknya harga tanah dan biaya konstruksi. Untuk itu, mereka mengajukan pertemuan Tripatrit (investor, bank pendukung, serta pemerintah) untuk pembuatan rencana bisnis baru.

Nurdin mengatakan, dengan dikeluarkannya tanah dalam PPJT, maka kesepakatan bisnis pemerintah dengan investor hanya menyangkut konstruksi. Kalau salah satu tidak memenuhi kesepakatan ada sanksi sesuai perjanjian.

"Kalau berpegang kepada perjanjian saat ini, maka bisa terjadi saling tuntut antara pemerintah dan investor karena persoalan pembeban tanah sehingga pembangunan tidak kunjung usai," jelasnya.

Nurdin mengatakan, meski demikian BPJT tetap berpegang kepada PPJT yang berlaku saat ini, sehingga BPJT berkirim surat kepada investor yang belum memulai pembangunan fisik di lapangan untuk mengingatkan sanksi-sanksi termasuk kemungkinan pemutusan kerjasama.

"Ke depan, kesepakatan pemerintah dan investor harus jelas, persoalan yang tidak dapat diprediksikan akan ditempatkan di luar, sehingga nantinya pelaksanaan lebih jelas dan pasti," paparnya. (ant/gor)

02/07/2009 09:25:57 WIB
JAKARTA, investorindonesia

Rabu, 08 Juli 2009

Hari Bersejarah, tetap Optimis, Ikhlas, dan Tidak ada yang sia-sia


Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud.

Mungkin saja Capres mengalami kekalahan yang tak mengenakkan pada PEMILU 2009, maka kekalahan itu hanya karena mereka melihat dari salah satu sisi mata uang saja. Bila mereka berani menengok ke sisi yang lain, mereka akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda.

Mereka tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan wajah yang ceria. Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis.
Tidak ada di alam ini, yang berdiri sendiri selain Yang Maha Berdiri Sendiri.
Sesuatu merupakan hasil sesuatu dan akan menyebabkan sesuatu. Sebutir biji padi,
adalah hasil dari ribuan rangkai proses faktor dan upaya. Untuk itu, upaya-upaya
yang penuh ketulusan akan memastikan penerimaan hati yang damai. Semoga Capres yang kalah tidak menjadi pribadi-pribadi yang penuh prasangka dan rencana buruk dalam berupaya, yang tidak yakin dengan hasil yang diperoleh. Bukankah seorang pencuri senantiasa was-was akan keselamatan diri serta curiannya? Sementara pribadi yang senantiasa jujur daan ikhlas dalam upaya, tidak lagi merisaukan apa yang akan diperolehnya.

Lihatlah tetesan air yang keluar dari mata air, mereka tahu akan mengalir menuju ke laut. Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di samudra, setiap tetes air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rerumputan, sebagian tertampung dalam sumur-sumur. Sebagian kembali ke laut.

“ Belajarlah Ikhlas seperti tetesan air dan jadikan pertisipasi Capres sebagai bekal untuk membersihkan amal dari segala campuran." Dengan kata lain, amal itu tidak dicampuri sesuatu yang mengotorinya karena kehendak-kehendak nafsu, entah karena ingin berkuasa , mencari pujian, tidak ingin dicela, mencari pengagungan dan sanjungan, karena alasan-alasan lain yang berupa cela dan cacat, yang secara keseluruhan dapat disatukan sebagai kehendak untuk selain Allah, apa pun dan siapa pun. "

Jumat, 03 Juli 2009

Perlu Proses.....


Dalam satu tandan pisang, tak semua buahnya matang secara serentak. Ada diantaranya yang masih berwarna hijau tua. Maka, sang petani pisang ada kalanya harus menyimpannya kembali beberapa saat menunggu hingga matang semuanya.

Pisang yang telah matang dan pisang yang terlambat matang, kelak akan memiliki rasa yang sama yakni memiliki rasa pisang. Meskipun waktu untuk menjadi matang pada pisang berbeda-beda…

Begitulah kita....tak mungkin semuanya sama. Ada kalanya menurut ukuran kita, suatu masalah dapat diselesaikan hanya dengan beberapa menit saja. Tapi bagi orang lain belum tentu, ia butuh waktu untuk menyelesaikannya. Bahkan belum sampai pada kesempurnaan. Namun pada akhirnya, hasil yang didapatkan tetap dapat dirasakan.

Dalam hidup ini tak seorang pun sempurna pada bingkai kemampuannya. Karena di antara kita memang tidak sama dan serupa, kita dilahirkan berbeda, hidup di lingkungan berbeda, pada kondisi yang berbeda dan segala hal yang berbeda. Yang mesti diingat adalah bahwa setiap orang memiliki kesamaan keinginan dan memiliki hak yang sama dalam mendapat kesempatan, betapapun itu harus dipergilirkan. Karenanya, percuma saja memperdebatkan suatu ketidaksamaan, perbedaan, dan ketidakcocokan dengan orang lain, karena kita tak akan mendapat titik temu.

Sungguh tak ada yang sempurna di antara kita, maka janganlah rendah diri.......
karena semua butuh proses menjadi lebih baik…..

Kamis, 02 Juli 2009

Pemerintah Bakal Tanggung Biaya Pembebasan Lahan Jalan Tol


Kontan ON line
Jumat, 03 Juli 2009 | 06:19



JAKARTA. Proyek pembangunan jalan tol bakal kian lancar. Sebab, kemungkinan besar, Pemerintah bakal menanggung biaya pembebasan lahan bagi proyek jalan tol. Artinya, biaya itu tak lagi menjadi beban operator.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sedang mengusulkan hal ini ke Pemerintah. Sebab, selama ini, pembangunan jalan tol sering terhambat oleh dana jaminan pembebasan lahan dari investor. Jika dana jaminan seret, panitia pembebasan lahan di daerah juga enggan bekerja.

Masalahnya, sebagian investor jalan tol memiliki dana terbatas. Untuk itu, BPJT mengusulkan agar pembiayaan pembebasan tanah ini dikeluarkan dari Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). Menurut Kepala BPJT Nurdin Manurung, dana pembebasan lahan itu akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun, Nurdin belum bisa memastikan apakah usulan ini bakal disetujui. Sebab, usulan ini harus mendapatkan restu dari Departemen Keuangan dan DPR. "Ini kan kebijakan fiskal yang menyangkut APBN, jadi melibatkan banyak pihak," ujar Nurdin.

Tentu saja, pengusaha jalan tol menyambut gembira usulan BPJT ini. M. Ramdani Basri, Presiden Direktur PT Nusantara Infrastructure Tbk, (META), operator tol Bintaro-Bumi Serpong Damai, berpendapat, usulan ini akan meringankan pengusaha. Sebab, selama ini, banyak oknum yang memanfaatkan proyek pembebasan lahan itu. Misalnya, spekulan sering mengatrol harga tanah menjadi dua hingga tiga kali harga normal.
Sekretaris Perusahaan Nusantara Dani Hasan menambahkan, usulan ini juga akan memberi banyak keuntungan. "Risiko bisnis berkurang dan pengerjaan proyek akan lebih cepat," katanya.


Fitri Nur Arifenie KONTAN

The divine message of the DNA


Tubuh kita terdiri dari berbagai bagian yang memiliki penampilan dan fungsi yang sangat berbeda. Rambut, kuku, dan kulit sepertinya tidak memiliki kesamaan Namun, mereka semua tersusun oleh sel-sel yang pada dasarnya memiliki struktur dan fungsi yang sama. Lebih jauh lagi, gen yang menentukan fungsi dari sel-sel tersebut pun sama.

Gen adalah cetak biru dari kehidupan kita, elemen kunci yang memungkinkan diteruskannya kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan sel adalah unsur dasar dari seluruh makhluk hidup.

Sungguh mengagumkan bahwa struktur makhluk hidup yang begitu kompleks seperti manusia dapat ditentukan oleh informasi yang tersimpan dalam empat huruf kimia – A, T, C, G yang merupakan singkatan dari basa adenine, timin, sitosin, (inggrisnya cytosine), dan guanin. Inilah DNA, gen kita. Yang terkandung dalam gen kita, yang dikenal sebagai informasi genetic, sepadan dengan tiga miliar huruf-huruf kimia ini.
Yang lebih mengagumkan lagi adalah fakta bahwa struktur genetic dasar dari setiap makhluk hidup, mulai dari mikroba yang paling kecil hingga hewan=hewan yang sangat kompleks, semuanya sama.

Aspek manapun yang telah diteliti oleh Kazuo Murakami, dia selalu terpukau oleh ajaibnya alam kehidupan. Bagaimana mungkin (pikir dia), sebuah cetak biru kehidupan yang begitu kecil namun begitu akurat ini tercipta ? dia terus menerus merenungi pertanyaan seperti ini.

Struktur DNA ditemukan pada 1953, dan sejak saat itu, penelitian yang bertujuan memecahkan misteri kehidupan telah berkembang begitu cepat sehingga sekarang kita dapat membaca cetak biru yang tertulis pada DNA – kode genetic dari bakteri, hewan, dan bahkan manusia.
Kode genetic adalah kumpulan instruksi untuk membentuk protein. Proteim bersama air, adalah salah satu zat terpenting dalam tubuh kita.

Protein adalah dasar dari fenomena yang kita sebut sebagai kehidupan.


Protein tersusun dari dua puluh macam asam amino yang berbeda. Jenis-jenis protein yang terbentuk tergantung dari bagaimana asam-asam amino tersebut di kombinasikan. DNA memberikan instruksi yang menentukan pembentukan dan susunan dari ke duapulh asam amino tersebut.
Protein adalah komponen yang paling penting dari setiap makhluk hidup. Selain dikenal sebagai sebuah bagian penting dari makanan kita, dalam bidang ilmu gizi, protein diklasifikasikan sebagai satu tiga gizi makro selain lemak dan karbohidrat..

Bagaimana hubungan ketiga Zat tersebut ?????

Gen kitalah yang nenentukan jenis dan berapa banyak protein yang harus dibentuk.Bahan-bahan yang digunakan untul membentuk protein adalah asam amino. Tubuh kita dapat memproduksi dua belas dari ke dua puluh macam asam amino. Delapan yang lain harus di dapatkan dari sumber- sumber eksternal. Kedelapan asam amino ini disebut asam amino esensial.

Protein juga merupakan bagian yang penting dari metabolisme nyala / padam (ON / OFF) genetic.

Mengapa ahli genetic menyebutnya sebagai mekanisme nyala / padam ?

Gen dalam nucleus di transkripsikan kepada setiap RNA bila diperlukan. RNA dalam sel dengan segera diterjemahkan menjadi protein dan Enzym, yang merupakan zat-zat yang paling penting bagi aktivitas sel. Namun pada saat yang sama mereka juga mencegah di bacanya informasi yang tidak perlu. Fungsi ini beroperasi persisseperti tombol listrik (ON / OFF).

Semua yang terjadi dalam tubuh kita adalah hasil dari reaksi- reaksi kimia yang ditujukan untuk mengatasi situasi tertentu. Dari sudut pandang biokimia, secara teoritis reaksi-reaksi ini mirip dengan reaksi yang menyusun proses yang kita sebut dengan “Hidup”.

Beribu-ribu reaksi kimia seperti berlangsung secara sistematis dan dengan sangat cepat dalam setiap sel, dan setiap sel itu hanya memiliki berat satu per-miliar- gram dan Enzym memainkan peranan yang penting dalam proses ini.Salah satu sifat enzyme yang sangat menakjubkan adalah kenyataan bahwa mereka hanya mengikatkan diri dengan zat-zat yang spesifik. Salah satu karakteristik lain dari enzym adalah kecepatan.

Enzym dengan kemampuan mereka yang bagaikan sihir, dikontrol oleh reseptor, dan reseptor dikontrol oleh Gen. Oleh karena itu dengan mempengaruhi Gen kita, kita dapat secara tidak langsung mengontrol Enzym kita.
Beberapa hal ajaib yang terjadi disekitar kita, sesungguhnya disebabkan oleh pengaruh pikiran pada Gen seseorang yang kemudian menstimulasi reaksi-reaksi kimia berkecepatan tinggi.

Saat kita harus bertemu sesorang yang sangat tidak kita inginkan, kaki kita terasa berat untuk digerakan, sebaliknya jika kita ingin bertemu dengan seseorang yang sangat kita sukai, kaki kita tersa sangat ringan seakan-akan kita hendak terbang. Nah perwujudan ini (emosi kita) tentunya tidak mungkin terjadi tanpa adanya aksi dari beberapa Enzym yang berbeda, yang kecepatan produksinya dikontrol oleh Gen. Oleh karena itu fenomena ini tentunya juga disebabkan oleh mekanisme nyala / padam genetic. Gen tentunya berada di balik begitu banyak fenomena kita sehari-hari.

Apakah yang akan terjadi jika anda menumpahkan setetes tinta ke dalam sebuah baskom penuh dengan air ? Dengan segera tinta itu akan menyebar. Mengapa tinta itu tidak berkumpul di satu tempat saja? Fenomena ini memiliki ari yang mendalam.

Dalam dunia nyata, zat yang sangat terorganisasi dipercaya memiliki kecenderungan alami kearah penguraian atau pembusukan. Hal ini dikenal dengan hokum peningkatan entropi. Tidak hanya terbatas pada tinta, peningkatan entropi juga dikenal sebagai aturan umum yang berlaku pada dunia secara keseluruhan. Karena kita juga terbuat dari materi, otomatis hokum ini juga berlaku pada kita.

Gen-gen dan Enzym-enzym yang diproduksi sesuai perintah masing-masing memiliki peran yang penting untuk mengurangi entropi. Contohnya, saat kita memakan daging sapi, pertama-pertama proteinnya diuraikan menjadi asam-asam amino yang menjadi komponen penyusunnya, dan kemudian dikombinasikan kembali ke dalam protein manusia oleh Enzym di bawah perintah Gen. Penguraian ini mewakili peningkatan entropi, sementara sintesis ini mewakili pengurangan entropi.

Pada tahun 2003, Kazuo melakukan eksperimen yang menghasilkan bukti ilmiah yang mendukung efek menguntungkan dari pemikiran positif pada Gen. Berdasarkan fakta bahwa gen dapat di nyalakan dan di padamkan oleh factor-faktor fisik atau kimia.
Kazuoberfabung dengan raksasa bisnis hiburan Jepang, Yashimoto Kogyo Co, untuk mempelajari pengaruh dari tawa (sebuah indikasi dari emosi positif) pada ekspresi Gen. Yaitu bagaimana tawa dapat mempengaruhi tingkat glukosa darah pada orang-orang yang mengidap diabetes stadium 2. Penelitian tersebut menunjukan bahwa tawa memiliki efek yang menguntungkan bagi tingkat glukosa darah. Kazuo menemukan bahwa dua puluh tiga Gen teraktivasi berkat tawa. Untuk pertama kalinya telah terbukti bahwa emosi positif dapat memicu tombol Genetik.

Kita semua memiliki Gen yang berpotensi dapat menimbulkan penyakit, dan pada saat yang sama, juga Gen yang dapat mencegah penyakit. Baik Gen penyebab kanker maupun Gen penghambat kanker telah ditemukan, bila mereka muncul bersama, keseimbangan pun terjadi. Penelitian Kazuo telah membuat dia yakin bahwa alas an mengapa orang-orang yang tidak pernah merokok satu batang rokok pun masih terkena kanker paru-paru adalah karena di dalam tubuh mereka terdapat Gen pemicu kanker. Jika factor ini dikombinasikan dengan factor-faktor lingkungan yang juga sama besarnya mempengaruhi orang-orang lain, hasilnya adalah semakin cepatnya fugsi pemicu kanker.

Faktor-faktor lingkungan adalah sebuah variable penting yang menentukan apakah Gen berbahaya tengah padam atau tidak bahkan jika dua orang memiliki Gen yang persis sama – sepasang kembar identik – dan yang satu jatuh sakit, yang satu lagi mungkin tidak jatuh sakit karena masing-masing dari mereka terkena dampak dari factor lingkungan yang berbeda-beda.

Terlepas dari lingkungan atau keadaan setiap orang, ada satu cara yang dapat dilakukan untuk me-non-aktifkan Gen-gen berbahaya dan mengaktifkan Gen-gen baik, yaitu mengubah sikap mental orang itu. Kita tidak mungkin menyangkal bahwa sikap mental baik yang positif maupun negative, memiliki efek yang besar bagi kesehatan kita.

Setiap sel dalam tubuh kita adalah sebuah organisme hidup yang independent. Sel hati, misalnya tidak hanya harus berfungsi sebagai sebuah sel hati, tetapi juga harus dapat hidup dan berdiri sendiri untuk dapat memenuhi fubgsi tersebut. Bagaimanakah tubuh manusia yang tersusun dari ber-triliun-triliun sel itu,terbentuk?

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, menjadi sulit untuk menetukan apa yang berguna dan apa yang tidak berguna/berbahaya bagi masyarakat. Inilah mengapa bioteknologi, termasuk rekayasa genetika, telah menjadi focus begitu banyak perdebatan dan mengapa kelahiran domba hasil cloning pertama di inggris pada tahun 2007 memicu kontroversi internasional.

Dari sudut pandang genetika seseorang yang terlibat dalam penelitian genetika, modifikasi genetic itu sendiri tidaklah buruk, karena hal ini adalah sesuatu yang telah ada sejak dahulu kala.
Sebuah metode klasik untuk modifikasi genetic adalah kawin silang. Sebenarnya modifikasi genetic menjadikan yang sebelumnya hampir tidak mungkin menjadi mungkin. Namun, sedikit peringatan memang diperlukan. Sama seperti makanan sehat jika dimakan secara berlebihan bias manjadi berbahaya, teknologi inipun pada dasarnya memiliki resiko.

Bagaimanakah seharusnya kita bergerak maju selaras dengan hukum-hukum alam dan pada saat yang sama melakukan yang terbaik untuk kebaikan umat manusia?
Setiap orang memiliki system nilai yang berbeda-beda, tidak ada standar yang sama mengenai benar atau salah. Sebagian orang memandang suatu perbuatan tertentu sebagai baik, sementara yang lain akan memandangnya sebagai perbuatan buruk. Perbedaan ini selalu terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, definisi tentang “cara hidup yang benar” selalu berbeda antara satu orang dengan orang lain. Untuk memperdebatkannya hanyalah akan berujung pada kebingungan yang lebih besar.
Tetapi ada satu fakta yang tak tergoyahkan : Gen kita dan cara kerja mereka. Jika Gen kita bekerja selaras dengan hukum alam, mereka bekerja untuk melindungi dan merawat kehidupan dan bersuka cita di dalamnya.

Penelitian yang telah dilakukan oleh Kazuo akan Gen telah menunjukan kepadanya bahwa manusia ini adalah suatu keajaiban yang luar biasa. Hal ini terlihat sangat jelas ketika Kazuo tengah mempelajari hubungan antara sel dan organisme secara keseluruhan.

Emosi yang kuat memancing air mata keluar dari mata kita, secara fisiologis gen kitalah yang menyebabkan hal ini terjadi. Hal ini merupakan indikasi dari bagaimana pikran dapat mempengaruhi gen kita. Mereka tergerak hingga menangis memang terasa enak, dan bahkan pada saat kita sedih, menangis habis-habisan dapat menjadi sebuah pelepasan yang membuat kita merasa lebih baik. Saya percaya bahwa perasaan nyaman adalah indikasi bahwa gen-gen baik kita telah di aktifkan. Banyak kaum manula yang menyebutkan bahwa emosi yang mendalam adalah kunci dari umur panjang.

Salam,
Hilman Muchsin


NB : Artikel ini saya sarikan dari sebuah buku yang sangat menarik tentang hubungan antara gen dengan pikiran, melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Kazuo Murakami, Ph.D.

Menghargai Perbedaan


Suatu waktu, ada seorang mahaguru yang ingin mengambil waktu dari kehidupannya sehari-hari sebagai akademisi. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sebuah pantai dan meminta seorang nelayan untuk membawanya pergi melaut sampai ke horizon.

Seperempat perjalanan, mahaguru tersebut bertanya, “Wahai nelayan, apakah Anda mengenal ilmu geografi?” Sang nelayan menjawab, “ilmu geografi yang saya ketahui adalah kalau di laut sudah mulai sering ombak pasang, maka musim hujan segera akan tiba.” “Nelayan bodoh!” kata mahaguru tersebut. “Tahukah kamu bahwa dengan tidak menguasai ilmu geografi kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu.”

Seperempat perjalanan berikutnya, mahaguru tersebut bertanya pada nelayan apakah dia mempelajari ilmu biologi dan sains? Sang nelayan menjawab bahwa ilmu biologi yang dia kenal hanyalah mengetahui jenis ikan apa saja yang dapat dimakan. “Nelayan bodoh, dengan tidak menguasai sains kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu.” Kemudian mahaguru tersebut bercerita tentang Tuhan yang menciptakan umat manusia dengan struktur tubuh, kapasitas otak yang sama, dan lain-lain.

Selanjutnya mahaguru tersebut bertanya apakah nelayan tersebut mempelajari matematika? Sang nelayan menjawab bahwa matematika yang dia ketahui hanyalah bagaimana cara menimbang hasil tangkapannya, menghitung biaya yang sudah dikeluarkannya, dan menjual hasil tangkapannya agar dapat menghasilkan keuntungan secukupnya. Lagi-lagi mahaguru tersebut mengatakan betapa bodohnya sang nelayan dan dia sudah kehilangan lagi seperempat kehidupannya.

Kemudian, di perjalanan setelah jauh dari pantai dan mendekati horizon, mahaguru tersebut bertanya, “apa artinya awan hitam yang menggantung di langit?” “Topan badai akan segera datang, dan akan membuat lautan menjadi sangat berbahaya.” Jawab sang nelayan. “Apakah bapak bisa berenang?” Tanya sang nelayan.

Ternyata sang mahaguru tersebut tidak bisa berenang. Sang nelayan kemudian berkata, “Saya boleh saja kehilangan tiga-perempat kehidupan saya dengan tidak mempelajari tiga subyek yang tadi diutarakan oleh mahaguru, tetapi mahaguru akan kehilangan seluruh kehidupan yang dimiliki.”

Kemudian nelayan tersebut meloncat dari perahu dan berenang ke pantai sedangkan mahaguru tersebut tenggelam.

Demikian juga dalam kehidupan kita, baik dalam pekerjaan ataupun pergaulan sehari-hari. Kadang-kadang kita meremehkan teman, anak buah ataupun sesama rekan kerja. Kalimat “tahu apa kamu” atau “si anu tidak tahu apa-apa” mungkin secara tidak sadar sering kita ungkapkan ketika sedang membahas sebuah permasalahan. Padahal, ada kalanya orang lain lebih mengetahui dan mempunyai kemampuan spesifik yang dapat mengatasi masalah yang timbul.

Seorang operator color mixing di pabrik tekstil atau cat mungkin lebih mengetahui hal-hal yang bersifat teknis daripada atasannya. Intinya, orang yang menggeluti bidangnya sehari-hari bisa dibilang memahami secara detail apa yang dia kerjakan dibandingkan orang ‘luar’ yang hanya tahu ‘kulitnya’ saja.

Mengenai kondisi dan kompetisi yang terjadi di pasar, pengetahuan seorang marketing manager mungkin akan kalah dibandingkan dengan seorang salesperson atau orang yang bergerak langsung di lapangan.

Atau sebaliknya, kita sering menganggap remeh orang baru. Kita menganggap orang baru tersebut tidak mengetahui secara mendalam mengenai bisnis yang kita geluti. Padahal, orang baru tersebut mungkin saja membawa ide-ide baru yang dapat memberikan terobosan untuk kemajuan perusahaan.

Sayangnya, kadang kita dibutakan oleh ego, pengalaman, pangkat dan jabatan kita sehingga mungkin akan menganggap remeh orang lain yang pengalaman, posisi atau pendidikannya di bawah kita. Kita jarang bertanya pada bawahan kita. Atau pun kalau bertanya, hanya sekedar basa-basi, pendapat dan masukannya sering dianggap sebagai angin lalu.

Padahal, kita tidak bisa bergantung pada kemampuan diri kita sendiri, kita membutuhkan orang lain.

Keberhasilan kita tergantung pada keberhasilan orang lain.

Begitu sebuah masalah muncul ke permukaan, kita tidak bisa mengatasinya dengan hanya mengandalkan kemampuan yang kita miliki.

Kita harus menggabungkan kemampuan kita dengan orang lain.
Sehingga bila perahu kita tenggelam, kita masih akan ditolong oleh orang lain yang kita hargai kemampuannya. Tidak seperti mahaguru yang akhirnya ditinggalkan di perahu yang sedang dilanda topan badai dan dibiarkan mati tenggelam karena tidak menghargai kemampuan nelayan yang membawanya.

Yang jadi pertanyaan kita sekarang, apakah kita masih suka bertingkah laku seperti sang mahaguru?

Bila ya, seberapa sering?

Belajar Menanggung Risiko Kehidupan dari Anak Kecil


“Remember that great love and great achievements involve great risk. - Ingat! Cinta yang besar dan prestasi tinggi melibatkan resiko yang besar pula.” ~ Anonim

Risiko memiliki komponen ketidakpastian. Seumpama seseorang meloncat dari gedung berlantai 21 dan mengenakan parasut di punggungnya, ia tidak punya kepastian apakah nantinya parasut itu terbentang dengan baik ataukah tidak. Jika parasut itu gagal di kembangkan, dia berisiko terluka atau meninggal. Tetapi jika ia terjun tanpa parasut, jelaslah ia pasti meninggal dan berarti ia sama sekali tidak menghadapi risiko. Karena risiko itu ditandai dengan berbagai kemungkinan atau ketidakpastian.

Risiko juga bersifat perorangan. Kalaupun misalnya terjadi luberan lumpur panas seperti yang terjadi di Porong - Jawa Timur itu pasti tak hanya dihadapi perusahaan pengebor gas bumi. Tetapi risiko luberan lumpur panas tersebut juga menimpa semua komponen, diantarnya para pemegang saham, kreditur, dewan direksi, pegawai, terlebih penduduk sekitar yang harus mengungsi meninggalkan rumah dan harta benda karena terendam lumpur panas, dan lain sebagainya.

Kita menghadapi risiko setiap hari entah pada saat kita menyeberang jalan, makan, sekolah atau mengejar angkutan kota untuk berangkat kerja atau bahkan pada saat tidur. Beberapa sikap hati-hati sekalipun juga mengandung risiko. Contoh kita mencuci buah-buahan dan sayuran dengan larutan khusus supaya terhindar dari dampak penggunaan pestisida yang melekat pada buah-buahan dan sayuran. Tetapi ternyata langkah tersebut juga memiliki konsekuensi negatif yaitu berkurangnya vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya.

Dengan kata lain, risiko menguasai berbagai area dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan profesional dimanapun kita berada. Kendati demikian, jangan sampai kita berkeinginan untuk tidak menghadapi risiko, karena hal itu sangatlah tidak produktif. Segala risiko tak harus mengganggu kelangsungan aktifitas kita sehari-hari ataupun upaya kita untuk menjadi lebih baik.

Baiknya kita tidak belajar bagaimana menghadapi risiko dari anak kecil yang mencoba memulai langkah-langkah pertamanya. Umumnya mereka teguh berusaha melangkah, walaupun risikonya ia harus berkali-kali terjatuh. Lambat laun setelah terus mencoba, maka ia akan dapat berjalan bahkan berlari.

Contoh lain anak kecil itu ingin mengambil sesuatu di atas meja yang lebih tinggi dari tubuhnya sendiri. Untuk mendapatkan posisi yang strategis dan dapat menjangkau benda tersebut mungkin ia berusaha menyusun beberapa kursi. Bisa jadi ia berhasil mendapatkan posisi yang ideal, tetapi tak jarang ia harus menghadapi risiko kursi terguling dan ia terjatuh ke lantai.

Yang sering terjadi, anak itu mungkin menangis sebagai bentuk ungkapan rasa sakit. Tetapi itu hanya sebentar. Ia akan berusaha sekali lagi, dan tak pernah putus asa mencoba terus. Ketika ia sudah berhasil menjangkau benda yang ia maksud, ia pasti sudah melupakan rasa sakit atau kepalanya yang benjol akibat berulangkali terjatuh.

Sikap anak kecil sebenarnya pelajaran bagi kita untuk terus berupaya meskipun nantinya kita mungkin menghadapi risiko. Mereka yang gagal karena memilih berhenti ketika menghadapi risiko, misalnya gagal, ditipu orang, krisis karena situasi bisnis kacau dan lain sebagainya. Tetapi tak sedikit diantara mereka yang sangat berhasil karena menjadikan kegagalan sebagai pelajaran berharga dan terus berupaya.

Pebisnis sukses seperti Donald Trump berani berinvestasi pada bisnis-bisnis potensial tetapi berisiko tinggi. Ia pernah menanggung risiko kebangkrutan dan hutang sebesar 2 milyar USD pada tahun 1990-an. Sampai-sampai ia tak dapat membayar hutang tersebut. Tetapi pria lulusan University of Pennsylvania’ s Wharton School itu tetap optimis dapat menciptakan sesuatu yang besar dan istimewa.

Ia kembali memanfaatkan kemampuan bernegosiasi dan kepintarannya untuk kembali berinvestasi. Ia memiliki keberanian menembus dunia bisnis yang penuh dengan risiko dan melakukan manuver bisnis yang paling luar biasa dalam sejarah, sampai akhirnya mampu merajai bisnis di bidang perhotelan, kasino, real estate dan lain sebagainya. Keberanian melangkah sekaligus menanggung risiko berbisnis menjadikan Donald Trump sekarang sebagai salah seorang terkaya di dunia.

Seandainya Donald Trump tak memulai langkahnya di dunia bisnis, dijamin pasti dia tak akan mengalami risiko gagal. Dengan kata lain, orang-orang sukses di dunia ini memulai segala segala keberhasilan dengan berenang dalam lautan risiko. Jika kita memilih sukses, maka langkah yang paling tepat untuk menyongsong sukses itu adalah segera memulai dan terus mencoba.

Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwasanya kegagalan adalah bagian dari paket kesuksesan. Jika kita menyerah pada saat kita gagal maka kita tak akan pernah menyadari begitu dekat posisi kita dengan kesuksesan itu. Bila kita cukup memahami bagaimana cara menanggung risiko dari seorang anak kecil, maka jangan pernah lagi menghitung berapa kali kita gagal, melainkan menentukan secara pasti kapan kita bisa sukses dengan berusaha, berubah, dan memperbaiki strategi secara simultan atau terus menerus.

Sumber:
Belajar Menanggung Risiko Kehidupan dari Anak Kecil
oleh Andrew Ho.